
Ilustrasi
Ilustrasi
Jakarta, Cyberthreat.id - Advisor Indonesia Digital Economy Empowerment Community, Mochamad James Falahuddin, mengatakan aplikasi PeduliLindungi yang dikembangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan multi stakeholder belum bisa disebut efektif jika instalasi dari aplikasi tersebut belum masif.
"Kalau ditanya sudah (efektif) ya belum bisa kita lihat. Karena masih sedikit yang download dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia," kata James saat dihubungi Cyberthreat.id, Sabtu (18 April 2020).
Hingga Sabtu, 18 April sore WIB, aplikasi PeduliLindungi di Play Store sudah diunduh lebih dari sejuta pengguna. Jumlah pengguna itu melonjak signifikan hanya dalam dua hari. Pada Rabu, 15 April pagi WIB, jumlah pengguna yang menginstal PeduliLindungi baru di angka 100 ribu, sementara untuk App Store aplikasi itu baru masuk pada Selasa (14 April 2020).
Akan tetapi, jika data kedua pengunduh di Play Store dan App Store digabungkan, ada kemungkinan jumlah pengguna yang meng-install sudah mencapai 1,5 juta pengguna.
Dari fakta dan data tersebut, James menilai angka 1,5 juta masih kecil dibandingkan jumlah pemilik smartphone di Tanah Air. Jika dibandingkan dengan data yang diterbitkan Hootsuite yang mencatat pengguna perangkat pintar termasuk smartphone di Indonesia mencapai 355,5 juta pada tahun 2019.
"Ini akan efektif kalau install base-nya signifikan. Aplikasi ini akan berguna bagi mereka yang karena sesuatu dan lain hal tetap harus bergerak di luar rumah," tambah James.
Secara teknis aplikasi PeduliLindungi berfungsi melacak persebaran Covid-19. Pengguna akan diberikan pemberitahuan ketika memasuki zona merah atau daerah yang berisiko terpapar virus Corona.
Namun, aplikasi tersebut mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat berpergian sehingga penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.
Itu sebabnya James mendorong pemerintah supaya aplikasi tersebut di-install oleh masyarakat. Sehingga, aplikasi yang digadang-gadang dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 akan berdampak positif bagi masyarakat dan negara.
"Supaya efektif mungkin bisa dimulai dari pemerintahan dulu, perintahkan pegawainya, terutama yang masih harus ke kantor untuk install aplikasinya," kata dia.[]
Redaktur: Arif Rahman
Share: