
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Jakarta, Cyberthreat.id – Di tengah pandemi Covid-19, setiap orang kini diminta menerapkan hidup bersih atau higienis, seperti cuci tangan dengan sabun dan selalu memakai masker.
Namun, perilaku higienis juga perlu dilakukan di dunia maya saat Anda berselancar dari situs web satu ke situs web lainnya. Ini karena penjahat siber juga memanfaatkan tren Covid-19 untuk menjerat korban dengan serangan phishing atau bentuk-bentuk lainnya.
Perilaku higenis dalam dunia siber sering dikenal dengan sebutan “Cyber Hygiene”, kebiasaan pengguna internet untuk meningkatkan keamanan siber pada saat beraktivitas daring (online).
Untuk hidup higienis saat berselancar, Anda bisa mengikuti sejumlah panduan yang dikeluarkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui portal KliKS BSSN, yang diakses Jumat (17 April 2020), di bawah ini:
Pastikan jaringan internet yang digunakan telah dilindungi dengan router yang aman dan menggunakan firewall untuk mencegah pengguna yang tidak sah mengakses data, surel (email), aplikasi, peramban web (web browser), dan lain-lain.
Selalu gunakan kata sandi (password) untuk melindungi jaringan nirkabel (wi-fi). Ikuti kaidah pembuatan kata sandi. Jika akan mengakses komputer kantor dari rumah, pastikan menggunakan layanan jaringan pribadi virtual (VPN) dan firewall.
Pasang antivirus dan selalu lakukan update secara berkala. Lakukan pemindaian rutin untuk melindungi komputer dari virus dan malware.
Gunakanlah aplikasi dari sumber terpercaya, lalu selalu lakukan update pada semua sistem operasi (OS), peramban web, dan perangkat lunak lainnya secara teratur untuk memastikan bahwa security patch dipasang dengan benar dan tepat waktu.
Gunakanlah password yang kuat. Jangan pernah beritahu password ke orang lain dan gantilah secara rutin. Selanjutnya, aktifkanlah multifactor authentication (MFA) untuk menambah keamanan perangkat yang digunakan.
Berselancarlah secara aman dengan cara mengatur privasi dan keamanan pada peramban. Atur mesin pencari pada peramban agar tidak merekam pola dan konten yang dicari. Pastikan laman yang dikunjungi diawali dengan HTTPS. Jika mendapati tautan yang dipersingkat, cek dulu kebenaran laman web tersebut. Pasanglah plugin peramban web dari sumber yang tepercaya.
Jangan pernah membuka suatu tautan ataupun lampiran dari email yang tidak dikenal. Hapus, blokir, dan laporkan akun email tersebut. Jangan pernah mengirimkan informasi kredensial lewat email. Jika terpaksa mengirimkan lewat surel, enkripsi dulu informasi kredensial sebelum dikirimkan. Lalu, gunakanlah layanan email yang dilengkapi dengan end-to-end encryption.
Pisahkan file pribadi dengan file kantor, lalu gunakan password untuk mengakses kedua file tersebut.
Lakukan pencadangan data secara rutin. Apabila dikemudian hari terjadi insiden yang mengakibatkan data terhapus, pengguna dapat segera mengembalikannya melalui cadangan data yang telah disimpan.
Berhati-hatilah dan selektif dalam berbelanja online. Pastikan berbelanja di situs tepercaya dan diawali dengan HTTPS agar data yang dikirimkan aman. Pastikan penjual terverifikasi dan memiliki nilai reputasi yang bagus. Pastikan pembayaran yang dilakukan sesuai dengan barang yang kamu beli.
Terakhir, pastikan data di komputer atau smartphone yang akan dijual sudah bersih. Lakukan pemusnahan data agar data sebelumnya tidak dapat dimunculkan kembali oleh pemilik baru perangkat.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: