
Ilustrasi | Foto: Zoom.us
Ilustrasi | Foto: Zoom.us
Jakarta, Cyberthreat.id – Diskusi virtual yang digelar oleh Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) diserang “Zoombombing” pada Kamis (16 April 2020).
Di saat diskusi bertajuk “TIK-Talk#19” berlangsung (dimulai sekitar pukul 10.00 WIB)—membahas kolaborasi multistakeholder guna memerangi hoaks dan disinformasi di tengah pandemi Covid-19—tiba-tiba ada orang yang tak dikenal membuat rusuh pertemuan daring tersebut.
Dalam diskusi yang dihadiri oleh sekitar 300 peserta, orang iseng tersebut menampilkan konten pornografi.
"Pada waktu sesi diskusi, ada yang ambil alih share screen dan mengunggah video porno," kata Sekretaris Indonesia Cybers Security Forum (ICSF) Satrio Wibowo yang turut menjadi peserta diskusi itu dihubungi Cyberthreat.id.
Berita Terkait:
Diskusi via Zoom tersebut diisi oleh beberapa narasumber, seperti Ketua Tim Pelaksana Wantiknas Ilham A. Habibie, Anggota Tim Pelaksana Wantiknas Garuda Sugardo, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika Prof. Widodo Muktiyo, serta CEO Drone Emprit dan Kernels Indonesia, Ismail Fahmi.
Istilah zoombombing merujuk pada insiden penyusupan orang iseng yang membikin onar di rapat-rapat virtual berbasis aplikasi Zoom. Istilah itu terdiri dari dua kata, yaitu “zoom” mengacu ke aplikasi telekonferensi video yang belakangan populer selama wabah Covid-19, sedangkan “bombs” merujuk pada konten-konten rasis atau pornografi yang biasanya dibagikan ke sebuah grup oleh orang-orang iseng tak dikenal.
Tim penyelenggara diskusi meminta maaf atas insiden zoombombing.
Berita Terkait:
Kecelakaan terbesar
CEO Drone Emprit dan Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, mengatakan, kejadian zoombombing tersebut harus dijadikan bahan evaluasi bagi penyelenggara diskusi.
"Kalau sudah kejadian kayak gini, menjadi pelajaran yang luar biasa. Bisa dibilang ini menjadi kecelakaan Zoom terbesar di Indonesia," kata Ismail kepada Cyberthreat.id.
Ia memiliki alasan mengapa menyebut insiden itu sebagai “kecelakaan" Zoom terbesar. Diskusi tersebut, kata dia, diadakan oleh Wantiknas, lembaga pemerintah yang justru fokus pada isu-isu di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Yang memalukan lagi diskusi tersebut juga disiarkan langsung di YouTube. “Ini menjadi catatan untuk publik," ujar dia.
Ismail menyayangkan insiden tersebut terjadi setelah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pekan lalu mengeluarkan panduan keamanan pemanfaatan aplikasi konferensi video guna mencegah penyusup masuk ke rapat virtual. (Baca: Panduan BSSN Cegah Penyusup ke Rapat Online Sektor IIKN)
"Tapi, kenapa masih terjadi?" Ismail melemparkan pertanyaan retoris.
Sejauh ini, Cyberthreat.id masih mengontak Wantiknas untuk dimintai konfirmasi terkait kejadian tersebut.
Redaktur: Andi Nugroho
Share: