IND | ENG
Melacak Data 5 Kelurahan Baru Terpapar Corona di Jakarta

Menu donwload file Excel di situs corona.jakarta.go.id

Melacak Data 5 Kelurahan Baru Terpapar Corona di Jakarta
Yuswardi A. Suud Diposting : Sabtu, 11 April 2020 - 14:29 WIB

Cyberthreat.id - Situs corona.jakarta.go.id yang dikelola oleh Unit Pengelola Jakarta Smart City menampilkan data sudah 222 dari 276 kelurahan di Jakarta yang terpapar virus corona. Sehari sebelumnya, yang terpapar masih 217 kelurahan. Artinya, dalam data terbaru yang diperbaharui pada 11 April 2020 pukul 09.00 WIB, ada penambahan 5 kelurahan baru.

Sayangnya, situs itu tidak menampilkan di kelurahan mana saja yang warganya baru terpapar corona. Tidak di halaman depan. Tidak ada pula di dashboard peta persebaran dan peta kasus. Padahal, data kelurahan yang baru terpapar sangat penting bagi masyarakat untuk mewaspadai dan memutus rantai penularan. Data kelurahan yang baru terpapar, harusnya sama pentingnya untuk ditonjolkan sebagaimana data kelurahan terbanyak terpapar kasus yang dimunculkan di situs web itu.

Cyberthreat.id kemudian mengontak Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Yudhistira Nugraha, untuk menanyakan di mana data 5 kelurahan yang baru terpapar corona itu bisa diakses.

Dalam komunikasi via WhatsApp, Yudhistira kemudian meminta Cyberthreat.id mengunduh file Excel.

"Coba lihat di data Excel dan dibandingkan dengan data sehari sebelumnya," kata Yudhistira yang mengaku habis bergadang sampai subuh untuk menyelesaikan data untuk bantuan sosial.

Artinya, untuk mengetahui kelurahan yang baru terpapar pada 11 April, anda juga harus membuka data 10 April.

Akses ke file Excel yang dimaksud disematkan di bagian Peta Persebaran (situs corona.jakarta.go.id menampilkan 3 jenis peta: peta kasus, peta krologis, dan peta persebaran).

Di sana memang ada menu "Download Data Harian di sini (Excel).

Ketika diklik muncul file Excel data rekap harian sejak 25 Maret 2020. Di data harian itu, tidak ada daftar langsung yang memperlihat kelurahan apa saja yang baru terpapar virus corona pada hari itu. Tidak ada pula keterangan waktu kapan kasus pertama kali ditemukan di sebuah kelurahan.

Untuk melihat kelurahan apa saja yang baru terpapar, Anda harus membandingkannya dengan data sehari sebelumnya, dan mengecek satu demi satu perubahan angka di kolom "positif" dalam dua hari itu.
 
Cyberthreat.id
butuh waktu lebih dari setengah jam untuk mencari perubahan angka-angka itu dalam dua hari itu. Ini bisa terjadi lantaran data kelurahan yang baru terpapar tidak ditempatkan di bagian terbawah.

Dengan kata lain, data kelurahan yang baru terpapar digabung dalam template daftar kelurahan. Begitu ada kasusnya, baru diisi datanya. Walhasil, kelurahan yang baru terpapar tergabung dengan kelurahan lain sudah duluan terpapar.

Ceritanya akan menjadi lain seandainya data kelurahan tersebut diberi keterangan waktu kapan kasus pertama ditemukan. Atau, dipisah dalam satu tabel yang khusus menampilkan data kelurahan yang baru terpapar untuk memudahkan masyarakat menemukannya. Sebab, seperti kata Gubernur Anies Baswedan baru-baru ini, transparansi data adalah yang pertama kali harus dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus corona. (Lihat: Anies Mau Transparansi, tapi Publikasi Jejak Lokasi Berhenti).

Ketika Cyberthreat.id menyarankan agar data kelurahan itu diberi keterangan waktu kapan kasus pertama ditemukan atau dilaporkan, Yudhistira menjawab,"Siap. Mungkin akan coba buat."

"Terkait data bentuk spreadsheet, ini baru kemaren kita buka ke publik karena banyak permintaan untuk berbagai keperluan mulai dari analisa kepadatan penduduk terhadap wilayah terdampak sampai keperluan penelitian lainnya," tambah Yudhistira.

Dan,berikut adalah lima kelurahan di Jakarta yang baru terpapar virus corona berdasarkan perbandingan data 10 April dan 11 April 2020. Masing-masing kelurahan ini memiliki satu kasus positif Covid-19.
 
1. Kwitang (Kecamatan Senen, Jakarta Pusat)
2. Cakung Barat (Cakung, Jakarta Timur)
3. Semper Timur (Cilincing, Jakarta Utara)
4. Cilincing (Cilincing, Jakarta utara)
5. Dukuh (Kramat Jati, Jakarta Timur)

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan pembaruan data di situs corona.jakarta.go.id, jumlah pasien positif corona per 11 April 2020 telah mencapai 1.903 orang. Angka ini naik dari yang diumumkan sehari sebelumnya yaitu 1.810 orang.

Dari jumlah itu, tercatat 168 orang meninggal (sebelumnya 156 orang) 1.152 orang dalam perawatan (sebelumnya 1.139), dan 441 orang melakukan isolasi mandiri (sebelumnya 433 orang).

Ada pun 25 kelurahan dengan kasus terbanyak bisa dilihat di sini:  (Corona Jakarta 11 April: 1.903 Positif, Bintaro Melonjak).[]

#corona   #online   #dashboard   #petainteraktif   #covid19   #dkijakarta   #jejakpenularan   #klusterpenularan

Share:




BACA JUGA
Hingga Akhir Tahun 2023, Kominfo Tangani 12.547 Isu Hoaks
Putus Akses Lebih dari 800 Ribu Konten, Gerak Cepat Menteri Budi Arie Berantas Judi Online
Menkominfo Kecam Peretasan Laman kompas.id
Antisipasi Deep Fake, Wamen Nezar Patria: Kominfo Lindungi Kelompok RentanĀ 
Tekan Kasus Penipuan Online, Kominfo Buka AduanNomor.id