
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Beijing, Cyberthreat.id – Bayangkan satu aplikasi serbaguna yang menggabungkan antara WeChat, TikTok, atau lainnya. Ini yang sedang dikembangkan industri telekomunikasi dan telepon pintar di China.
Aplikasi itu akan merombak ulang satu layanan yang selama ini ditinggalkan: pesan singkat (SMS). Sejak kehadiran WeChat, WhatsApp atau lainnya, masa kejayaan SMS telah lama tersingkir.
Namun, di era 5G, layanan yang tadinya monoton itu diharapkan bisa membawa miliaran pengguna dengan pengalaman baru. Jaringan 5G akan mengubah tampilan baru layanan yang kuno itu.
Tiga perusahaan telekomunikasi seluler, yaitu China Mobile, China Unicom, dan China Telecom sedang mengembangkan layanan itu.
Pada Rabu (8 April 2020), tiga operator seluler terkemuka di China itu mempresentasikan debut dari rencana untuk merombak SMS yang diberi nama: “pesan 5G” (5G messaging).
Operator berjanji untuk meningkatkan sistem pesan teks untuk memberikan pengguna akses ke fitur yang disempurnakan, termasuk berbagi foto resolusi tinggi, file, lokasi, dan kupon. Selain itu, pengguna dapat menikmati pengalaman layanan satu atap seperti pencarian, penemuan, interaksi, dan pembayaran melalui mode interaksi baru.
Fitur-fitur baru itu akan memungkinkan perusahaan atau pemerintah untuk berinteraksi lebih baik dengan pengguna akhir dan menyesuaikan layanan mereka melalui berbagai format media, tulis Xinhua, Kamis (9 April 2020).
Misalnya, pengguna tidak perlu mengunduh berbagai aplikasi seluler untuk pemesanan, pembayaran, dan perubahan tiket kereta. Mereka dapat melakukan dengan satu aplikasi itu hanya dengan mengirim pesan atau mengklik kata kunci di dalam pesan itu sendiri.
Raksasa smartphone, seperti ZTE, Huawei, Xiaomi, OPPO dan Samsung antusias dan berencana untuk melengkapi gawai masa depan mereka dengan fitur “pesan 5G”.
ZTE mengatakan, baru-baru melakukan uji coba pertama bersama China untuk pengiriman “pesan 5G” di Hangzhou timur, yang menandai resmi komersialisasi layanan di China.
Huawei juga mengumumkan, mereka akan mulai menguji fitur itu pada Jumat (10 April) dan berharap untuk meluncurkan layanan “pesan 5G” komersial pada Juni mendatang.
“Pesan 5G” tidak akan menggantikan aplikasi pengiriman pesan, tetapi akan menjadi evolusi selanjutnya dari layanan pesan singkat yang dipimpin oleh operator dan memainkan peran penting di jantung ekosistem perpesanan baru, kata Mary Clark, Kepala Product Officer dari Synchronoss Technologies Corporation.
GSMA, asosiasi internasional dalam industri seluler, telah merencanakan untuk memasukkan “pesan 5G” ke dalam fungsi yang diperlukan dari terminal 5G. "Pesan 5G adalah pilihan umum dari operator global," kata Dong Xin, wakil manajer umum China Mobile.
China diprediksi memiliki lebih dari 600 juta pelanggan 5G pada 2025, menurut GSMA Greater China.[]
Share: