IND | ENG
Google Larang Karyawannya Instal Zoom di Laptop Kerja

Google | Foto: 9to5google.com

Google Larang Karyawannya Instal Zoom di Laptop Kerja
Andi Nugroho Diposting : Kamis, 09 April 2020 - 11:20 WIB

Cyberthreat.id – Google mendesak agar seluruh karyawannya tidak boleh lagi menginstal aplikasi Zoom di laptop kerjanya karena alasan keamanan.

Menurut laporan BuzzFeed News, Rabu (8 April 2020, pekan lalu Google mengirim email kepada seluruh karyawan yang di laptop kerjanya terinstal Zoom. Perusahaan mengingatkan agar perangkat lunak konferensi video itu tak boleh lagi dipakai mulai pekan ini.

"Kami telah lama memiliki kebijakan untuk tidak mengizinkan karyawan menggunakan aplikasi yang tidak disetujui untuk pekerjaan yang berada di luar jaringan perusahaan kami," Jose Castaneda, Juru Bicara Google kepada BuzzFeed News.

Zoom menjadi aplikasi komunikasi video yang naik daun selama wabah Covid-19 karena banyak orang harus bekerja dari rumah. Aplikasi buatan Eric Yuan ini menjadi pesaing kuat Hangouts Meet milik Google dan Microsoft Teams buatan Microsoft Inc.

“Baru-baru ini, tim keamanan kami memberi tahu karyawan untuk tidak lagi menggunakan Zoom Desktop Client di komputer perusahaan karena tidak memenuhi standar keamanan untuk digunakan oleh karyawan kami,” ia menambahkan.

Berita Terkait:


Namun begitu, Jose tetap memberikan keleluasaan kepada karyawan memakai Zoom. “Karyawan yang telah menggunakan Zoom dan ingin berhubungan dengan keluarga dan teman tetap dapat melakukannya melalui browser web atau melalui ponsel," kata dia.

Berkantor pusat di San Jose, California, Zoom baru melakukan go public pada 2019 dan menjadikan CEO Eric Yuan sebagai miliarder.


Berita Terkait:


Pada Maret lalu, 200 juta orang menggunakan Zoom setiap hari dibandingkan dengan hanya 10 juta pada Desember 2020.

Sayangnya, pertumbuhan Zoom telah dirusak oleh kekhawatiran seputar keamanan dan privasi layanan. Bulan lalu, laporan Motherboard menunjukkan, aplikasi yang dipakai di iPhone dan iPad mengirim diam-diam data perangkat pengguna ke Facebook, termasuk orang-orang yang tidak memiliki akun Facebook.


Berita Terkait:


Sejak temuan itu, Zoom menghentikan pengiriman data ke Facebook sehari kemudian. Namun, masalah muncul segera setelah itu. Seorang mantan peretas NSA menemukan masalah keamanan Zoom yang dapat memungkinkan aktor jahat mengontrol mikrofon dan webcam pengguna dan mendapatkan kendali atas Apple iMacs.

The Intercept juga melaporkan, Zoom sebenarnya tidak dienkripsi dengan cara yang diklaim perusahaan dengan enkripsi end-to-end (E2E). Citizen Lab juga menemukan bahwa kunci enkripsi platform bisa dikirim ke server di China. Setelah temuan itu, CEO Eric Yuan meminta maaf atas kekeliruan perusahaannya. Ia mengakui ada kesalahan konfigurasi server dan telah memperbaikinya.

Google bukan perusahaan pertama yang melarang karyawan menggunakan Zoom. Awal bulan ini, perusahaan milik miliarder Elon Musk, SpaceX, juga melarang karyawan dengan alasan masalah privasi dan keamanan yang signifikan.


Berita Terkait:


Setelah itu, Departemen Pendidikan New York City juga mendesak sekolah-sekolah untuk meninggalkan Zoom dan beralih ke layanan dari Microsoft.

Terakhir, pemerintah Taiwan juga melakukan hal serupa untuk meminta kantor-kantor pemerintah tak memakai Zoom dan beralih ke aplikasi lain, seperti Hangouts Meet atau Microsoft Teams.[]

#covid-19   #hangouts   #zoom   #ericyuan   #telekonferensivideo   #viruscorona   #google

Share:




BACA JUGA
Google Mulai Blokir Sideloading Aplikasi Android yang Berpotensi Berbahaya di Singapura
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Malware Menggunakan Eksploitasi MultiLogin Google untuk Pertahankan Akses Meski Kata Sandi Direset
Google Cloud Mengatasi Kelemahan Eskalasi Hak Istimewa yang Berdampak pada Layanan Kubernetes
Penting: Kerentanan Zero-Day Chrome Terbaru yang Dieksploitasi di Alam Liar – Upadate-ASAP