
Jack Ma
Jack Ma
Cyberthreat.id - Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation menciptakan International Medical Expert Communication Platform untuk membangun komunitas virtual serta kolaborasi real-time antar para ahli dan tenaga medis di dunia demi. memerangi pandemi virus corona (Covid-19).
Dengan semakin masifnya kasus dan penyebaran Covid-19, sejumlah wilayah secara global membutuhkan nasihat dan panduan dari para ahli dan tenaga medis di seluruh dunia. Khususnya yang berpengalaman dalam menangani Covid-19.
Platform ini dirancang untuk para pakar kesehatan dan tenaga medis di seluruh dunia agar dapat berkomunikasi lintas negara demi berbagi pengalaman penting dalam memerangi pandemi tersebut.
"Pengetahuan adalah kekuatan. Kami meluncurkan platform online untuk dokter dan perawat di seluruh dunia untuk bertukar ide, wawasan, dan solusi melawan virus," kata Jack Ma di akun Twitter-nya.
International Medical Expert Communication Platform telah menarik banyak institusi medis, seperti Zhingnan Hospital of Wuhan University, The First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine dan lainnya.
Bahkan, lebih dari 440 institusi medis dari 104 negara dan wilayah telah mendaftar untuk belajar dan berbagi pengalaman dalam memerangi Covid-19 melalui platform tersebut. Sejauh ini mayoritas berasal dari lembaga-lembaga medis di Amerika Serikat, Turki, Inggris, Pakistan, Spanyol, hingga Jerman.
"Kami menyambut semua rumah sakit untuk bergabung dengan rumah sakit Cina di platform terbuka ini https://covid-19.alibaba.group.com. Satu dunia, satu pertarungan," tulis Jack Ma.
Selain itu, platform digital ini juga menyediakan layanan konferensi audio dan video secara gratis serta dapat digunakan untuk siaran langsung melalui fungsi pesan dan komunikasi DingTalk milik Alibaba Group.
Tenaga medis dari berbagai negara dapat memilih berkomunikasi dengan sesama dokter secara individual ataupun secara kelompok guna membagikan pengalamannya terhadap virus corona. Dipermudah dengan adanya terjemahan secara otomatis menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara real-time untuk mengatasi hambatan komunikasi.
Melalui konferensi video, pengguna dapat menerjemahkan bahasa dengan didukung dari teknologi kecerdasan buatan ke dalam 11 bahasa, antara lain bahasa Indonesia, Arab, China, Inggris, Prancis, Jepang, Rusia, Spanyol, Thailand, Turki dan Vietnam.[]
Redaktur: Arif Rahman
Share: