IND | ENG
Efek WFH, Staf dengan Skill Teknologi Semakin Dibutuhkan

Ilustrasi

Efek WFH, Staf dengan Skill Teknologi Semakin Dibutuhkan
Arif Rahman Diposting : Kamis, 02 April 2020 - 13:12 WIB

Cyberthreat.id - Sejak pandemi Covid-19 merebak yang berakibat munculnya fenomena seperti work from home (WFH) dan physical distancing, setiap perusahaan/organisasi di Brasil mulai beradaptasi dengan teknologi dan operasionalnya untuk kelancaran bisnis maupun roda organisasi.

Sebagian besar perusahaan/organisasi Brasil, baik level menengah dan besar, dipaksa melalukan improvisasi saat pemerintah memutuskan untuk melakukan karantina. Para pengusaha bergegas menyusun kebijakan guna memperlambat penyebaran virus Corona yang dimulai serantak di Brasil 18-19 Maret lalu.

Survei yang dilakukan Robert Half Media Room (RHMR) sejak karantina dimulai menyatakan 58 persen kantor-kantor di Brasil telah menyiapkan program WFH untuk jangka panjang. Sebanyak 39 persen menyatakan awalnya kesulitan dalam menerapkan kebijakan bekerja jarak jauh.

Sedikit sekali karyawan/staf yang mengalami kesulitan saat WFH dijalankan seperti dalam masalah komunikasi tim (7%), konektivitas (5%) dan kurangnya peralatan yang tepat (3%). Masalah lain seputar bekerja dari rumah termasuk memiliki keluarga sekitar (19%) dan gangguan lain (16%).

"Sisi baiknya adalah responden mengatakan banyak mendapat manfaat seperti menghemat waktu dengan tidak harus bolak-balik (53%), serta kemungkinan bekerja tanpa gangguan (17%) dan jam kerja fleksibel (13%)," tulis laporan Robert Half dilansir ZDNet, Rabu (1 April 2020).

Proses perekrutan terganggu

Salah satu masalah yang timbul sejauh ini adalah bagaimana merekrut karyawan yang baru agar lebih efektif dan efisien. WFH dinilai mengganggu proses perekrutan seperti interview dan tes-tes lainnya.

Survei yang dilakukan startup Brasil Revelo terhadap 14 ribu perusahaan yang menggunakan platform rekrutmen dan seleksi perusahaan menyatakan, terdapat penurunan 12% dalam volume wawancara yang dijadwalkan oleh perusahaan. Masalah lainnya adalah banyak perusahaan menghentikan proses seleksi.

Selain ketidakpastian yang dipicu oleh krisis, studi ini mencatat banyak perusahaan Brasil tidak tahu bagaimana menangani proses tertentu dari kejauhan. Menurut penelitian Revelo, perusahaan khawatir dengan adopsi kerja jarak jauh, aktivitas onboarding dapat terganggu.

Onboarding adalah proses yang memastikan karyawan baru diperkenalkan kepada perusahaan, budaya, dan peraturannya. Proses ini juga mencakup pemberian informasi yang dibutuhkan agar karyawan baru bisa secepatnya mulai bekerja dengan efektif.

Dalam beberapa pekan mendatang, akan ada lonjakan perekrutan hingga 15% di Brasil, terutama dalam fungsi yang berkaitan dengan operasi dan teknologi, dan khususnya di perusahaan-perusahaan asli digital, di mana bekerja dari rumah adalah praktik umum sekaligus bicara masa depan.

#Workfromhome   #sdmunggul   #digitalisasi   #dirumahaja   #Cloud   #internet   #IoT   #bigdata   #ai

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
Dukung Digitalisasi Aceh, Wamen Nezar Patria Percepat Pemerataan Konektivitas dan Talenta Digital
Microsoft Merilis PyRIT - Alat Red Teaming untuk AI Generatif
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa