
Rapat virtual dengan aplikasi Zoom | Foto: Zoom.us
Rapat virtual dengan aplikasi Zoom | Foto: Zoom.us
Cyberthreat.id – Pengguna Zoom, aplikasi telekonferensi video, selama Maret lalu mengalami lonjakan drastis hampir tiga kali lipat ketimbang pesaing dekatnya, Microsoft Teams.
Perusahaan riset tren aplikasi, Apptopia, mengatakan, peningkatan tersebut dipengaruhi pandemi Covid-19 karena jutaan anak beralih ke belajar virtual. Begitu pula karyawan yang bekerja dari rumah (work from home/WFH) harus menjalani rapat-rapat daring.
Volume pengguna harian Zoom di Amerika Serikat mencapai 4,84 juta per Senin (30 Maret 2020). Aplikasi Teams yang memang didesain untuk kalangan bisnis digunakan 1,56 juta pengguna pada hari yang sama. Sementara, aplikasi Slack hanya dipakai kurang dari 500.000 pengguna.
Menurut Apptopia, Zoom Inc menolak untuk mengomentari statistik penggunaan, tapi pengguna aktifnya pada Maret lalu rata-rata 151 persen. Angka rata-rata ini lebih tinggi dari tahun lalu, tulis Reuters, Rabu (1 April 2020).
Menurut Analis DA Davidson—perusahaan jasa keuangan—Rishi Jaluria, aplikasi Zoom memiliki keunggulan dibanding yang lain. “Pertama, keunggulan besar Zoom, selama perangkat lunak berjalan, adalah dapat diskalakan, mudah digunakan, dan dapat digunakan di berbagai perangkat,” kata Jaluria.
"Kedua, Zoom memiliki model layanan gratis premium (freemium), yang memungkinkan perusahaan untuk dip their toes in the water (memulai dengan hati-hati) sebelum implementasi besar dan ekspansi menjadi mudah."
Slack, Teams, dan Zoom menawarkan versi gratis dengan fitur terbatas dan harga berjenjang untuk yang berbayar. Namun, peningkatan pengguna mungkin tidak menyebabkan peningkatan pendapatan untuk Zoom.
"Kami benar-benar telah melihat peningkatan dalam penggunaan, tetapi banyak yang berada di sisi bebas," kata Chief Financial Officer Zoom Kelly Steckelberg.[]
Share: