
Zoom | Foto: Zoom.us
Zoom | Foto: Zoom.us
Cyberthreat.id – Perusahaan keamanan siber asal Israel, Check Point, mengingatkan agar publik berhati-hati ketika melakukan rapat virtual dengan aplikasi telekonferensi video. “Penjahat siber selangkah lebih maju,” tulis Check Point dalam unggahan di blog perusahaan yang diakses Selasa (31 Maret 2020).
Check Point mengatakan, dalam pengamatan selama beberapa pekan terakhir, perusahaan menemukan peningkatan besar pendaftaran domain baru, termasuk nama “Zoom”. Penjahat siber tampaknya menyaru nama platform telekonferensi video yang sedang naik daun dan dipakai selama bekerja dari rumah (work from home/WFH): Zoom.
Sejak awal tahun, menurut Check Point, lebih dari 1.700 domain baru terdaftar dan 25 persen dari domain terdaftar dalam sepekan terakhir, antara 12 Maret hingga18 Maret 2020.
“Dari domain terdaftar tersebut, sekitar empat persen mengandung karakteristik yang mencurigakan. Namun, Zoom bukan satu-satunya aplikasi yang ditargetkan oleh penjahat siber,” tulis Check Point.
Penjahat siber juga menargetkan situs web resmi classroom.google.com. Mereka meniru situs web tersebut dengan nama: googloclassroom\.com dan googieclassroom\.com.
Check Point mendeteksi file berbahaya dengan nama, seperti:
“Menjalankan file-file ini mengarah ke instalasi InstallCore kategori potentially unwanted application (PUA) di komputer korban, sehingga berpotensi menyebabkan instalasi perangkat lunak berbahaya tambahan,” tulis perusahaan.
Berita Terkait:
Agar tetap aman
Check Point juga memberikan rekomendasi agar tetap aman melakukan rapat-rapat daring selama bekerja dari rumah. Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:
Redaktur: Andi Nugroho
Share: