IND | ENG
Hacker Ancam PM CARES, Kepala NCSC India Bersuara

Kepala Koordinator Cyber Security India (NCSC) Letjen Rajesh Pant

Hacker Ancam PM CARES, Kepala NCSC India Bersuara
Arif Rahman Diposting : Selasa, 31 Maret 2020 - 08:08 WIB

Cyberthreat.id - Kepala Koordinator Cyber Security India (NCSC) Letjen Rajesh Pant memperingatkan para penjahat cyber untuk tidak mengambil keuntungan dari krisis Covid-19 yang semakin marak melakukan penipuan finansial terhadap warga negara dan entitas bisnis di negara tersebut.

"Dalam dua bulan terakhir hampir 4000 portal penipuan yang terkait dengan Corona Virus telah dibuat di seluruh dunia oleh penjahat cyber dan organisasi mafia lainnya," kata Rajesh Pant dilansir Economic Times, Minggu (29 Maret 2020). Mo

"Sangat menyedihkan di tengah-tengah krisis kemanusiaan yang begitu serius, para penjahat yang tak berperasaan ini hanya memikirkan oportunisme dan pencurian," tegasnya.

Bantuan Perdana Menteri dan Bantuan untuk Situasi Situasi Darurat Covid-19 (PM CARES Fund) juga tak luput jadi sasaran penjahat cyber di India. Beberapa jam setelah PM CARES di launching pada Sabtu (28 Maret 2020), lusinan website serupa muncul dengan modus penipuan dan pencurian.

Rajesh Pant kemudian mengatakan NCSC telah "memiliki mekanisme mitigasi yang efisien dan organisasi seperti CERT-In serta staf perbankan yang bekerja sepanjang waktu untuk memblokir situs berbahaya semacam itu."

Sepekan sebelumnya Computer Emergency Response Team (CERT-In) India menyatakan serangan dan ancaman siber di India meningkat sejak pandemi Covid-19 dan anjuran work from home dilakukan masyarakat global.

Domain Palsu

Pakar cybersecurity Blackstone Law Group yang berbasis di New York, Alexander J. Urbelis, mengatakan hampir 2500 nama domain baru muncul per hari dari berbagai negara dan bahasa di dunia terkait Covid-19. 

"Sebagai bagian dari pemantauan kami terhadap aktivitas jahat di dunia sistem nama domain (DNS), kami mulai melihat lebih dari 2.500  Registrasi domain terkait CoronaVirus per hari, di hampir setiap bahasa dan wilayah planet ini," kata Urbelis.

Kantor Perdana Menteri India dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu menyatakan, "penyebaran virus corona telah mengkhawatirkan dan menimbulkan konsekuensi kesehatan dan ekonomi yang parah bagi negara. Kantor Perdana Menteri telah menerima permintaan spontan dan tak terhitung untuk membuat sumbangan yang murah hati guna mendukung pemerintah segera setelah keadaan darurat ini."

Sejumlah selebriti dan komunitas bisnis termasuk Gautam Adani, aktor Bollywood Akshay Kumar, Varun Dhavan, Gautam Ghambhir, dan organisasi seperti Paytm telah mulai mengucurkan dana ke PM Cares Fund. Dana diperuntukkan menangani situasi Covid-19 yang "menimbulkan konsekuensi kesehatan dan ekonomi yang parah" bagi negara.

"Perdana Menteri adalah Ketua dari PM CARES dan Anggotanya termasuk Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan," tulis pernyataan kantor perdana menteri.

Ancaman Work From Home

Letjen Pant kemudian mengingatkan tantangan bekerja dari rumah (work from home) dimana ancaman siber jauh lebih besar dari yang pernah ada sebelumnya.

"Semakin banyak orang bekerja di rumah, tetapi tindakan keamanan dan pengetahuan keamanan tidak seperti di kantor," kata Letjen Pant.

Pant kemudian berjanji akan memburu hacker yang beroperasi dari dalam negeri.

"Polisi cyber kita akan memburu sampah ini dari bawah batu dimana pun mereka bersembunyi dan akan membawanya ke pengadilan," tegas Pant.

Secara global memang banyak muncul pelaku oportunistik yang berupaya mengeksploitasi krisis kesehatan Covid-19 untuk keuntungan pribadi. Banyak situs web dibuat untuk penjualan terkait virus, menampilkan diri bak topeng, perawatan kesehatan dan pencegahan, pembersihan persediaan atau layanan, vaksin palsu, dan lainnya.

"Semua digunakan untuk penipuan, phishing, disinformasi, dan distribusi malware."

Merujuk kepada kasus penipuan dan ancaman Covid-19 yang sedang berlangsung, Industri Kartu Pembayaran (PCI) mengeluarkan pernyataan, "Selama masa ketidakpastian dan peningkatan aktivitas online ini, penjahat cyber secara aktif bekerja untuk mengeksploitasi pandemi Covid-19 saat ini dengan melakukan serangan yang bertujuan mengambil keuntungan."

"Dari sekarang kewaspadaan harus ditingkatkan untuk mengetahui dan memahami penipuan dan ancaman online di saat banyak orang mulai meningkat dalam volume dan memanfaatkan kecanggihan ini."

#Corona   #lembagaamal   #workfromhome   #ncscindia   #infrastrukturkritis   #Domain   #keamananinformasi   #Phishing   #transaksielektronik

Share:




BACA JUGA
Gunakan Bot Telekopye Telegram, Penjahat Siber Membuat Phishing Scams Skala Besar
Otoritas Malaysia Bongkat Sindikat PhaaS 'BulletProofLink'
Gunakan Spear-phishing, Hacker Iran MuddyWater Targetkan Israel
Framework MATA yang Canggih Serang Perusahaan Minyak dan Gas
D-Link Mengonfirmasi Pelanggaran Data: Karyawan Menjadi Korban Serangan Phishing