IND | ENG
Tampilan Mobile Peta Covid-19 Kabupaten Bogor Kok Begini

Tampilan versi desktop/laptop dari peta persebaran wabah covid yang dibuat oleh Pemkab Bogor.

Tampilan Mobile Peta Covid-19 Kabupaten Bogor Kok Begini
Andi Nugroho Diposting : Senin, 30 Maret 2020 - 22:00 WIB

Bogor, Cyberthreat.id – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (28 Maret 2020) merilis situs web khusus tentang wabah virus corona (Covid-19) berikut pula dengan peta persebaran.

Situs web seperti itu patut diapresiasi. Saatnya tiap-tiap pemda membuat situs web yang menyajikan khusus perkembangan kasus wabah virus corona. Ini penting karena di saat krisis seperti ini, ketika lebih banyak orang dipaksa diam di rumah (work from home/WFH dan pembatasan sosial/social distancing), akses internet adalah salah satu cara yang diharapkan masyarakat.

Masyarakat bisa memanfaatkan situs-situs web resmi itu sebagai protokol informasi valid dan terkini. Dengan begitu, sebaran informasi salah alias hoaks dari daerah dapat ditekan.

Tampilan mobile

Yang patut dicermati dalam membuat situs web yang berisi peta sebaran adalah tampilan. Hal ini yang tidak diantisipasi, mungkin masih dalam pengembangan lebih lanjut, oleh tim Pemkab Bogor.

Tampilan situs web yang beralamat https://covid-19.bogorkab.go.id tidak maksimal jika diakses melalui ponsel pintar (smartphone). Peta persebaran sama sekali tidak bisa dilihat. Hanya tampak seperti gambar seperti ini:

Tampilan peta persebaran sama sekali tidak bisa terbuka.


Tampilan tersebut sangat kontras sekali ketika pengunjung mengakses melalui komputer dekstop atau laptop. Tampilannya sangat bagus dan detail, seperti berikut ini:

Data kasus wabah Covid-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat per 30 Maret 2020 hingga pukul 21.44 WIB.


Dalam hal akses memang sedikit butuh waktu, sebelum tampilan utuh, karena bergantung pada kekuatan jaringan yang dimiliki pengguna. Terlebih data yang disajikan dalam berbentuk grafik dan gambar peta.

Lima kecamatan

Total ada 11 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor hingga Senin (30 Maret 2020) pukul 21.44 WIB. Dari jumlah itu, satu orang meninggal di Kecamatan Bojonggede dan dua orang sembuh, yaitu masing-masing di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri serta Desa Nanggewer di Kecamatan Cibinong.

Sementara itu, untuk Orang dengan Pemantauan (ODP) mencapai 371 jiwa dan Pasien dengan Pemantauan (PDP) berjumlah 122 jiwa. (Data PDP dan OPD dalam berita sebelumnya berjudul Peta Covid-19 Kabupaten Bogor:  8 Positif, 1 Meninggal memakai data pukul 17.00 WIB)

Diagram yang menunjukkan jumlah Orang dengan Pemantauan (ODP) per kecamatan. Sayangnya, hanya ditampilkan sebanyak 31 kecamatan. Padahal, Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan. Seharusnya ada keterangan khusus bagi kecamatan yang tidak tercantum dalam diagram agar publik menjadi paham. Data 30 Maret 2020 per pukul 17.00 WIB.


Diagram yang menunjukkan jumlah Pasien dengan Pemantauan (PDP) per kecamatan. Sayangnya, hanya ditampilkan sebanyak 29 kecamatan. Padahal, Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan. Seharusnya ada keterangan khusus bagi kecamatan yang tidak tercantum dalam diagram agar publik menjadi paham. Data 30 Maret 2020 per pukul 17.00 WIB.


Ada lima kecamatan yang tercatat memiliki kasus orang yang terinfeksi virus corona (Covid-19). Kelima wilayah tersebut, antara lain Bojonggede, Cibinong, Cileungsi, Gunungputri, dan Parungpanjang.

Perincian kasus per kecamatan:

  • Gunungputri: empat kasus di Desa Gunungputri (satu kasus), Desa Ciangsana (satu dirawat, satu sembuh), dan Desa Cikeasudik (satu kasus).
  • Bojonggede: tiga kasus di Desa Bojonggede (satu kasus), Desa Susukan (satu dirawat, satu meninggal)
  • Cibinong: dua kasus masing-masing di Desa Cirimekar dan Desa Nanggewer
  • Cileungsi: satu kasus di Desa Situsari
  • Parungpanjang: satu kasus di Desa Kabasiran

Diagram yang menunjukkan kasus positif Covid-19 per kecamatan. Kecamatan Gunungputri menjadi wilayah tertinggi kasus wabah virus corona dengan empat kasus. Data 30 Maret 2020 per pukul 17.00 WIB.


Kasus positif Covid-19 yang ditampilkan memang tidak detail hingga per kelurahan/desa. Seharusnya dalam grafik kasus positif diperlihatkan keterangan per kelurahan, minimal, dalam bentuk sembulan keterangan ketika kursor di arahkan ke diagram per wilayah. Harapannya, peta ini harusnya bisa didetailkan kasus per kelurahan.

Memang, di peta sebaran, jika Anda mengarahkan kursor ke titik merah (kasus positif), akan ada sembulan keterangan yang menunjukkan desa/kelurahan. Sayangnya, ini hanya bisa diakses melalui komputer dekstop atau laptop (seperti gambar di bawah ini). Jika Anda mengakses dalam tampilan seluler tidak bisa terbaca.


Atraktif

Versi desktop/laptop, situs web yang dibuat cukup atraktif dengan menyediakan nomor kontak atau call center untuk layanan cepat tanggap Covid-19. Selain menampilkan peta persebaran, situs web juga menyajikan infografis yang bersifat edukatif tentang wabah Covid-19, seperti mengenal apa itu virus corona, cara penularan, gejala-gejala terinfeksi virus corona, protokol pencegahan diri ketika di rumah, dan lain-lain.

Menariknya, Pemkab Bogor juga mencantumkan persebaran rumah sakit (26 rumah sakit) dan puskesmas (sekitar 100 puskesmas) yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksakan kesehatan diri.

Ada pula kanal yang menampilkan Covid-19 Test, sayangnya masih belum diaktifkan, begitu pula dengan fitur dwibahasa masih nonaktif. Selain itu, situs web juga mencantumkan alamat peta persebaran Covid-19 tingkat provinsi (pikobar.jabarprov.go.id), nasional (covid19.go.id), dan dunia (coronavirus.jhu.edu/map.html).[]


Catatan:

ODP adalah jika seseorang memiliki gejala, di bawah ini:  

  • demam (suhu ≥ 38°C) atau riwayat demam
  • batuk/pilek/sakit tenggorokan dan tidak ada penyebab lain
  • memiliki riwayat perjalanan ke negara yang memiliki transmisi lokal Covid-19
  • tinggal di daerah dengan transmisi lokal di Indonesia dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, tapi tidak memiliki riwayat kontak dengan orang positif Covid-19

PDP adalah jika seseorang memiliki gejala, di bawah ini:

  • memiliki demam dan atau riwayat demam dan satu dari gejala berikut batuk/pilek/sesak napas tanpa disertai pneumonia
  • memiliki riwayat perjalanan/bepergian ke negara yang memiliki transmisi lokal COVID-19 atau memiliki riwayat perjalanan
  • tinggal di daerah dengan transmisi lokal di Indonesia dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.
  • riwayat demam atau batuk/pilek tanpa disertai pneumonia, dan memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi positif Covid-19.

Untuk detail Anda bisa unduh Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (PDF).

#covid-19   #coronavirus   #viruscorona   #kabupatenbogor

Share:




BACA JUGA
Peretas China Mencuri Rp 312 M Dari Dana Bantuan Covid-19 Milik Amerika Serikat
AstraZeneca Lalai Unggah Kredensial Server Data Pasien ke GitHub Selama Setahun
Kemenkes Rilis Fitur Sijejak, Pelacakan Informasi Terpapar Covid-19 di PeduliLindungi
PeduliLindungi Muncul Lagi di App Store, Celah Keamanan Aplikasi Telah Diperbaiki
Hati-hati, Pengguna iOS Harus Instal PeduliLindungi via Tautan, Aplikasi Didepak dari Toko Apple