
Tangkapan layar dari situs web covid-19.bogorkab.go.id.
Tangkapan layar dari situs web covid-19.bogorkab.go.id.
Bogor, Cyberthreat.id – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat akhirnya merilis situs web tentang peta persebaran wabah virus corona (Covid-19). Peta ini pertama kali dirilis pada Jumat (28 Maret 2020).
Peta persebaran ini bisa diakses di https://covid-19.bogorkab.go.id yang merupakan bagian dari program “Busisca” (Bogor Untuk Siap Siaga corona).
Data terbaru per Senin (30 Maret 2020) pukul 17.00 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 11 orang dengan perincian: 8 orang dirawat, dua orang sembuh, dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, untuk Orang dengan Pemantauan (ODP) mencapai 351 jiwa dan Pasian dengan Pemantauan (PDP) berjumlah 115 jiwa.
Jejak kasus positif di Kabupaten Bogor tercatat sejak 7 Maret dengan satu kasus. Selanjutnya, pada 15 Maret sebanyak dua kasus, 17 Maret (2 kasus), 18 Maret (2 kasus), 21 Maret (1 kasus), 22 Maret (2 kasus), dan 28 Maret (3 kasus).
Sementara, riwayat ODP telah dicatat sejak 14 Februari 2020. Yang sedikit aneh, perkembangan PDP justru telah dicatat sejak 29 Januari lalu, seperti grafik di bawah ini:
Perkembangan ODP yang dicatat mulai 14 Februari 2020 dengan 3 kasus.
Perkembangan PDP yang mulai dicatat justru sejak 29 Januari 2020 dengan satu kasus.
Peta persebaran yang dibuat Pemkab Bogor tersebut masih belum detail karena hanya menyentuh kasus per kecamatan. Harapannya, peta ini harusnya bisa didetailkan kasus per kelurahan.
Situs web yang dibuat cukup atraktif dengan menyediakan nomor kontak atau call center untuk layanan cepat tanggap Covid-19. Selain menampilkan peta persebaran, situs web juga menyajikan infografis yang bersifat edukatif tentang wabah Covid-19, seperti mengenal apa itu virus corona, cara penularan, gejala-gejala terinfeksi virus corona, protokol pencegahan diri ketika di rumah, dan lain-lain.
Menariknya, Pemkab Bogor juga mencantumkan persebaran rumah sakit (26 rumah sakit) dan puskesmas (sekitar 100 puskesmas) yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksakan kesehatan diri.
Ada pula kanal yang menampilkan Covid-19 Test, sayangnya masih belum diaktifkan, begitu pula dengan fitur dwibahasa masih nonaktif. Selain itu, situs web juga mencantumkan alamat peta persebaran Covid-19 tingkat provinsi (pikobar.jabarprov.go.id), nasional (covid19.go.id), dan dunia (coronavirus.jhu.edu/map.html).[]
Catatan:
ODP adalah jika seseorang memiliki gejala, di bawah ini:
PDP adalah jika seseorang memiliki gejala, di bawah ini:
Untuk detail Anda bisa unduh Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (PDF).[]
Berita terkait:
Share: