
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Selama wabah virus corona (Covid-19) merebak, banyak orang ketakutan untuk memencet tombol mesin presensi sidik jari (fingerprint). Di India, kantor-kantor kini mulai mempertimbangkan untuk beralih ke sistem presensi berbasis pengenalan wajah (facial recognition).
Teknologi pengenalan wajah juga memiliki manfaat lain, yaitu memungkinkan pemindaian panas (termal) untuk memeriksa suhu tubuh.
Operator telekomunikasi terkemuka di India, tulis Livemint, Minggu (29 Maret 2020), bahkan berencana mengganti sebanyak 650 mesin fingerprint dengan sistem pengenalan wajah di seluruh India.
“Sejak pekan pertama Maret, jumlah pertanyaan terkait perangkat pengenalan wajah telah meningkat,” kata Direktur Secureye Manish Agarwal. Secureye adalah perusahaan keamanan siber berkantor pusat di New Delhi.
Menurut Agarwal, perusahaan yang saat ini memakai sidik jari dan sistem berbasis sentuhan ingin beralih ke mesin pengenalan wajah. Mereka ingin menerapkan langkah baru itu untuk presensi, kontrol akses, kunci hotel, atau portal otomatis (boom barrier).
"Tidak hanya beberapa organisasi besar, tetapi juga banyak kantor perusahaan kecil di Noida, Gurugram, Mumbai dan Bengaluru mendekati kami terkait hal itui," kata Agarwal.
Terpisah, Ramco Systems yang berkantor pusat di Chennai juga menerima banyak permintaan serupa. Permintaan di India sangat tinggi, terutama di bidang manufaktur, farmasi, penerbangan, dan perusahaan dengan tenaga kerja besar, kata seorang juru bicara Ramco Systems. “Kami mendapatkan banyak permintaan demo. Banyak dari sistem ini akan dipasang setelah periode karantina (Covid-19) berakhir," kata juru bicara itu.
Sekadar diketahui, Secureye menyediakan sistem pengenalan wajah untuk presensi dan kontrol akses berbasis pengenalan wajah, sedangkan Lab Inovasi Ramco malah mengembangkan sistem presensi pengenalan wajah juga perekam suhu dan pintu pintar terkoneksi internet (IoT).
Perangkat pemindai termal akan memungkinkan perusahaan melacak staf atau pengunjung dengan suhu tinggi. Jika kamera mendeteksi seseorang dengan suhu lebih tinggi dari normal, pintu pintar IoT tidak akan terbuka. Selanjutnya, divisi sumber daya manusia akan diinformasikan dan cuti otomatis akan dimulai atas nama karyawan yang sakit.
Penggunaan pengenalan wajah telah menerima banyak reaksi karena masalah privasi. Namun, masalah ini dapat diatasi dengan mengenkripsi semua data wajah. Selama perusahaan mengenkripsi data dan tidak ada perangkat lunak yang terhubung ke sistem untuk mengaksesnya, “Aman untuk digunakan," Sanjay Gupta, Wakil Presiden dan Manajer India untuk NXP Semiconductors—salah satu pemasok semikonduktor besar di dunia yang berkantor pusat di Belanda dan Texas.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: