
Alex Jones | Foto: Infowars
Alex Jones | Foto: Infowars
Cyberthreat.id – Aplikasi Infowars ditendang keluar oleh Google dari toko aplikasi Google Play Store, Jumat (27 Maret 2020). Aplikasi buatan Alex Jones ini terkenal menyediakan informasi teori konspirasi dan menyesatkan.
“Pencopotan aplikasi itu dilakukan setelah video yang diposting di aplikasi pekan lalu, di mana Jones membantah perlunya jarak sosial, tempat berlindung, dan upaya karantina sebagai upaya memperlambat penyebaran virus corona (Covid-19),” tulis WIRED, Jumat. Di video itu, ia juga mengklaim bahwa antivirus alami tersedia untuk mengobat virus corona tersebut.
Infowars sebelum dihapus tercatat telah diunduh lebih dari 100.000 kali dan diberi peringkat “E10+” yang berarti aman untuk semua pengguna usia 10 tahun ke atas. Aplikasi menjual produk seperti suplemen dan bubuk protein, menyiarkan The Alex Jones Show secara langsung, memposting video, dan artikel dari Jones dan lain-lain.
Juru bicara Google mengatakan, memerangi informasi salah (hoaks) di Play Store adalah prioritas dari perusahaan. “Ketika kami menemukan aplikasi yang melanggar kebijakan Play Store dengan mendistribusikan informasi yang menyesatkan atau berbahaya, kami menghapusnya dari toko,” tutur jubir tersebut.
Sebelumnya, pada Agustus 2018, YouTube juga menghentikan The Alex Jones Channel setelah konten-kontennya dikritik. Facebook juga mengambil tindakan serupa terhadap sejumlah Grup Facebook yang dioperasikan Jones. Facebook melarang penuh terhadap konten Alex Jones dan Infowars di semua platformnya sejak Mei 2019.
Apple Store, pesaing utama Google Play Store, telah melarang lebih dulu terhadap aplikasi Infowars pada musim panas 2018.
Menyusul semua larangan itu, sebelumnya Jones dan para pendukungnya telah berulang kali menyatakan, pemblokiran konten Infowars dan Jones hanya menyebarkannya lebih jauh dan menjadikannya lebih populer.
Namun, klaim itu tidaklah benar. Justru, tindakan yang disebut "deplatforming" telah mengurangi penyebaran pidato kebencian, informasi yang salah, dan teori konspirasi. Ini seperti dilaporkan Motherboard dalam artikel berjudul “Deplatforming Works” yang diterbitkan pada 11 Agustus 2018.
Pada Kamis lalu, perusahaan media sosial dan teknologi, seperti Facebook, Google, LinkedIn, Microsoft, Reddit, Twitter, dan YouTube, dalam pernyataan bersama, mengatakan bahwa perusahaan berjanji untuk membantu jutaan orang tetap aman mendapatkan informasi tentang virus corona. Mereka bersama-sama memerangi segala informasi yang salah dan penipuan tentang virus.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: