IND | ENG
Tips Agar Rapat Online Zoom Anda Tidak Disusupi Zoombombing

Zoom | Foto: Zoom.us

Tips Agar Rapat Online Zoom Anda Tidak Disusupi Zoombombing
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 29 Maret 2020 - 13:20 WIB

Cyberthreat.id – Ruha Benjamin kesal. Acara mendongeng virtualnya bersama anak-anak yang dihelat bersama sebuah toko buku, tiba-tiba berantakan.

Seseorang tak dikenal masuk dalam pertemuan yang diikuti sekitar puluhan orang itu dan berbagi gambar “seorang pria kulit putih gemuk memakai thong (celana dalam) dengan alat kelaminnya yang menggembung.”

Perusuh itu juga beberapa kali mengeluarkan kata cacian: N-word –merujuk pada kata nigger atau negro yang biasa ditujukan kepada orang kulit hitam AS; kata-kata kasar atau penghinaan rasis.

Ia baru menyadari bahwa telah mendapat sebuah serangan “Zoombombing” di tengah asyiknya mendongeng.

Mendengar kata-kata negro itu, “Kami tahu ini adalah sudah ditargetkan, ini tindakan yang jahat,” kata Profesor Studi Afrika-Amerika di Univesitas Princeton, New Jersey, AS itu.

Sejak kejadian itu, Benjamin mendesak agar pengembang Zoom mengubah pengaturan default aplikasinya; sebagai salah satu cara mencegah zoombombing.

“Sebelum viral [seperti sekarang], saya percaya Zoom lebih banyak dipakai untuk kelompok yang lebih kecil sebuah institusi," kata penulis buku Race After Technology itu.

"Sekarang orang menggunakannya untuk bersosialisasi dan koneksi yang lebih luas, saya pikir Zoom harus beradaptasi soal ini,” ia menambahkan.


Berita Terkait:


Merespon kejadian itu, pengembang Zoom di blog perusahaan langsung menerbitkan tips untuk mencegah perusuh “mengebom” sebuah pertemuan penting.

“Karena semakin banyak orang menggunakan platform kami, kami ingin menawarkan kiat. Seperti kebanyakan forum publik lain, ada kemungkinan seseorang (yang tak diundang) mengganggu acara,” tutur Zoom.

Berikut langkah yang disarankan Zoom untuk menghindari “zoombombing”:

  • Saat Anda membagikan tautan rapat di media sosial atau forum publik lainnya, itu membuat acara Anda menjadi terbuka secara umum. Siapa pun yang memiliki tautan dapat bergabung dengan rapat Anda.
  • Hindari menggunakan ID Rapat Pribadi (personal meeting ID/PMI) Anda untuk menjadi tuan rumah acara publik. PMI Anda pada dasarnya adalah satu untuk pertemuan terus-menerus. Pelajari tentang ID rapat dan cara membuat ID rapat acak. Cek pada detik 0:27 dalam tutorial video ini.

  • Biasakan diri Anda dengan pengaturan dan fitur Zoom, sehingga Anda mengerti bagaimana melindungi ruang virtual Anda saat diperlukan. Sebagai contoh, “Waiting Room” adalah fitur yang sangat membantu tuan rumah untuk mengontrol siapa yang datang dan pergi. Lebih lanjut tentang itu di bawah ini.

Kelola layar berbagi

Pengembang Zoom menyarankan agar selalu mengontrol layar. “Anda dapat membatasi ini sebelum rapat dan selama rapat di bilah kontrol host , sehingga Anda adalah satu-satunya yang dapat berbagi layar,” tulis perusahaan.

Untuk mencegah peserta berbagi layar selama konferensi video, gunakan kontrol host di bagian bawah, klik panah di sebelah Layar Berbagi (Share Screen), kemudian Opsi Berbagi Lanjutan (Advanced Sharing Options). Cek gambar berikut ini:


Foto-foto: Zoom


Atur peserta

  • Hanya izinkan pengguna yang diinginkan. Jika seseorang mencoba bergabung dengan acara Anda dan tidak masuk ke Zoom dengan email yang diundang, ia akan menerima pesan di bawah ini. Ini berguna jika Anda ingin mengendalikan daftar tamu dan hanya mengundang yang Anda inginkan di acara Anda.

  • Kunci rapat online. Saat Anda mengunci rapat Zoom yang sudah dimulai, tidak ada peserta baru yang dapat bergabung meski mereka memiliki ID rapat dan kata sandi. Dalam rapat, klik “Participant” di bawah jendela Zoom Anda. Dalam pop-up “Participant”, klik tombol yang menyebutkan  “Lock Meeting” atau kunci rapat Anda.
  • Siapkan autentikasi dua faktor. Anda tidak perlu membagikan tautan rapat yang sebenarnya. Bikin ID Rapat acak saat menjadwalkan acara Anda dan bikin kata sandi untuk bergabung. Kemudian Anda dapat membagikan ID Rapat itu di media sosial, tetapi kirim kata sandi untuk bergabung melalui pesan tersendiri.
  • Hapus peserta yang tidak diinginkan atau mengganggu. Dari menu “Participant”, Anda dapat mengarahkan mouse ke nama peserta, dan beberapa opsi akan muncul, termasuk “Hapus”. Klik itu untuk mengusir seseorang dari rapat.
  • Izinkan peserta yang dihapus untuk bergabung kembali. Ketika Anda menghapus seseorang, mereka tidak dapat bergabung kembali dengan rapat. Tetapi, Anda dapat beralih pengaturan untuk memungkinkan peserta yang dihapus untuk bergabung kembali.
  • Tunda panggilan. Anda dapat menahan semua orang, dan koneksi video dan audio yang hadir akan dinonaktifkan untuk sementara waktu. Klik thumbnail video seseorang dan pilih “Mulai Peserta Ditahan” (Start Attendee On Hold) untuk mengaktifkan fitur ini. Klik “Take Off Hold” di daftar peserta ketika Anda siap untuk kembali.
  • Nonaktifkan video. Host dapat mematikan video seseorang. Ini akan memungkinkan host untuk memblokir gerakan yang tidak diinginkan, mengganggu, atau tidak pantas pada video atau untuk saat itu saku dalam teman Anda adalah bintang pertunjukan.
  • Bisukan peserta. Host dapat membisukan/membunyikan peserta secara individu atau semuanya sekaligus. Host dapat memblokir kebisingan yang tidak diinginkan, mengganggu, atau tidak pantas dari peserta lain. Anda juga dapat mengaktifkan “Bisukan Saat Masuk” (Mute Upon Entry) di pengaturan Anda untuk menjaga agar keributan tidak terjadi dalam rapat besar.
  • Matikan transfer file. Transfer file dalam rapat memungkinkan orang untuk berbagi file melalui obrolan dalam rapat. Matikan ini untuk menjaga obrolan agar tidak dibombardir dengan foto, GIF, meme, dan konten lain yang tidak diminta.
  • Matikan anotasi. Anda dan peserta dapat menggambar dan menandai konten bersama menggunakan anotasi selama berbagi layar. Anda dapat menonaktifkan fitur anotasi dalam pengaturan Zoom Anda untuk mencegah orang menulis di seluruh layar.
  • Nonaktifkan obrolan pribadi. Zoom memiliki ruang obrolan untuk semua orang atau peserta. Batasi kemampuan peserta untuk mengobrol satu sama lain saat acara Anda sedang berlangsung. Ini bisa mencegah siapa pun mendapatkan pesan yang tidak diinginkan selama rapat.

Acara publik dan fitur Ruang Tunggu

Salah satu cara terbaik untuk menggunakan Zoom untuk acara publik adalah mengaktifkan fitur “Ruang Tunggu” (Waiting Room). Ruang Tunggu adalah area virtual yang menghentikan tamu Anda untuk bergabung sampai Anda siap memulai acara.

Host rapat dapat menyesuaikan pengaturan Ruang Tunggu untuk kontrol tambahan, dan Anda bahkan dapat mempersonalisasi pesan yang dilihat ketika peserta menekan Ruang Tunggu. Pesan ini benar-benar tempat yang bagus untuk mengirim aturan/pedoman untuk acara publik Anda,” tulis pengembang Zoom.

“Ruang Tunggu benar-benar cara yang bagus untuk menyaring siapa yang mencoba memasuki acara Anda dan mengusir tamu yang tidak diinginkan,” tutur perusahaan.

“Jika Anda tidak yakin apakah acara Zoom publik Anda, cukup bagikan tautan rapat hanya dengan teman dekat, rekan kerja, dan klien Anda. Anda bahkan dapat melindunginya dengan kata sandi [klik di sini cara membuat kata sandi] untuk lapisan keamanan lain,” perusahaan menambahkan.[]

#zoom   #videoconference   #WFH   #covid-19   #coronavirus   #viruscorona   #kebijakanprivasi   #datapribadi   #ruupdp   #gdpr   #perlindungandatapribadi   #zoombombing

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Serahkan Anugerah KIP, Wapres Soroti Kebocoran Data dan Pemerataan Layanan
Bawaslu Minta KPU Segera Klarifikasi Kebocoran Data, Kominfo Ingatkan Wajib Lapor 3x24 Jam
BSSN Berikan Literasi Keamanan Siber Terhadap Ancaman Data Pribadi di Indonesia