
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Riset yang dilakukan Kantar terkait pengguna media sosial di seluruh dunia menyatakan platform raksasa Facebook mengalami peningkatan pengguna luar biasa. Kantar, lembaga yang fokus pada penelitian dan pemantauan media sosial bermarkas di London, menggelar penelitian global terkait perilaku konsumen selama pandemi CoronaVirus (Covid-19).
Hasil penelitian menunjukkan dampak dari merebaknya Covid-19 di berbagai negara mengakibatkan penggunaan media sosial tumbuh signifikan. Semakin banyak orang yang ingin tetap terhubung/terkoneksi di tengah wabah Covid-19 mengharuskan masyarakat menjaga jarak fisik (Physical Distancing) tetapi tetap terhubung secara sosial.
Survei Kantar melibatkan 25 ribu responden di lebih dari 30 negara. Survei dilakukan dalam rentang waktu 14 - 24 Maret 2020. WhatsApp merupakan aplikasi media sosial yang mengalami peningkatan penggunaan terbesar selama pandemi tersebut.
"Secara keseluruhan WhatsApp milik Facebook Inc telah melihat peningkatan 40 persen dalam penggunaan yang terus bertumbuh," demikian pernyataannya Kantar seperti dikutip TechCrunch, Jumat (27 Maret 2020).
Peningkatan pengguna WhatsApp paling banyak dilakukan oleh pengguna yang berusia 35 tahun kebawah, yaitu pengguna yang berusia 18-34 tahun. Facebook dan Instagram juga mengalami peningkatan pengguna dengan demografi yang sama.
Di China, survei ini juga menyebutkan pengguna aplikasi media sosial lokal seperti WeChat dan Weibo mengalami peningkatan sebesar 58 persen sejak wabah Covid-19 berlangsung.
Disinformasi dan Hoax
Sebelumnya, pada Selasa (24 Maret 2020), Facebook membagikan data terbarunya yang menyatakan telah terjadi peningkatan pengguna yang signifikan dalam layanannya. Layanan Facebook mencakup Facebook Messenger, WhatsApp, Instagram serta Facebook meningkat sebanyak 50 persen dibandingkan bulan lalu.
Selain itu, Facebook juga menyatakan bahwa di negara-negara yang terdampak virus Covid-19, penggunaan panggilan suara (voice call) dan panggilan video (video call) naik dua kali lipat terutama pada Facebook Messenger dan WhatsApp.
Fakta lainnya yang cukup menarik adalah peningkatan pengguna yang dialami WhatsApp ternyata tidak membuat pengguna percaya dengan lalu lintas Informa yang beredar di platform tersebut.
"Pengguna tidak mempercayai WhatsApp sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya terkait virus Corona."
Hasil survei Kantar mengungkapkan WhatsApp hanya dianggap oleh 11 persen orang sebagai sumber informasi valid yang dapat dipercaya.
Sedangkan saluran berita nasional, meliputi siaran TV, media cetak, dan media online adalah sumber informasi yang paling terpercaya dengan 52 persen orang menyebutkan bahwa saluran berita nasional dapat dipercaya informasinya. []
Redaktur: Arif Rahman
Share: