
Banner Facebook yang mengarahkan pengguna ke situs covid19.go.id
Banner Facebook yang mengarahkan pengguna ke situs covid19.go.id
Cybertreat.id - Raksasa sosial media Facebook mulai mengarahkan pengguna di Indonesia ke situs covid19.go.id bikinan Gugus Tugas Covid-19 di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Facebook terkait hal ini, namun ini diyakini sebagai bagian dari upaya Facebook untuk mengarahkan penggunanya ke sumber informasi yang dapat dipercaya terkait data dan penanganan wabah virus corona di Indonesia.
Dilihat pada Jumat (27 Maret 2020), arahan itu bukan berupa iklan berbayar. Facebook biasanya memberi keterangan jika yang dimunculkan di timeline penggunanya berupa iklan, seperti iklan yang dipasang oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengumumkan ketersediaan peta interaktif persebaran virus corona di wilayahnya pada 15 Maret 2020 lalu.
Saat itu, postingan Ridwan Kamil ditandai oleh Facebook sebagai "Kemitraan Berbayar" dan didanai oleh Pusat Informasi Dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar). (Selengkapnya baca: Jawa Barat Bikin Peta Persebaran Covid-19, Sebut Nama Desa)
Pemberitahuan yang mengarahkan pengguna ke situs covid19.go.id ini dibuat oleh Facebook dalam bentuk banner dan ditempatkan di posisi paling atas dalam deretan lini massa Facebook seseorang. Banner serupa juga muncul di linimasa jika seseorang bergabung dalam grup Facebook.
"Lihat info virus corona terbaru. Ketika membicarakan tentang kesehatan, setiap orang menginginkan informasi yang tepercaya dan terkini. Lihat informasi terbaru dari covid19.go.id untuk menjawab pertanyaan yang mungkin Anda miliki terkait virus corona (COVID-19). Buka covid19.go.id," tulis Facebook.
Diluncurkan pada 18 Maret 2020 lalu, situs covid19.co.id disebut sebagai informasi satu pintu mengenai penanganan virus corona di Indonesia.
“Kami menyadari, masyarakat butuh akses pada informasi akurat, cepat dan terpercaya. Untuk itulah mengapa situs www.covid19.go.id ini dibuat agar bisa menjadi sumber informasi resmi satu pintu,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Jakarta, Rabu (18 Maret 2020).
Sayangnya, menurut amatan Cyberthreat.id, situs ini belum layak disebut sebagai informasi satu pintu. Peta sebaran virus corona yang ditampilkan di situs itu hanya berupa jumlah agregat di level provinsi. Tidak ada data rinci soal sebaran di level kabupaten, apalagi kelurahan.
Memang, sejumlah provinsi membuat situs tersendiri yang memunculkan data sebaran virus corona di provinsi tersebut. Hanya saja, data yang dimunculkan berbeda-beda. Ada yang sampai level kelurahan atau desa (seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat), ada yang sampai level kecamatan (diantaranya Yogyakarta), dan ada yang hanya data level kabupaten seperti Jawa Timur.
Masalahnya, situs covid19.go.id juga tidak memunculkan atau menautkan link situs pemerintah daerah di situs yang disebut sebagai informasi satu pintu itu. Akibatnya, sejumlah warga mengeluhkan tidak tahu di mana mengakses informasi terkait provinsi tempat tinggal mereka.
Aulia Rahman (23 tahun), seorang barista di Banten, misalnya, mengaku beberapa kali mencari informasi tentang sebaran virus corona di daerahnya dengan mengakses situs covid19.go.id. Namun ia tidak menemukan data sebaran virus corona di daerahnya dalam situs web itu. Yang ada hanya data total orang yang terinfeksi, sembuh, dan meninggal di Provinsi Banten.
"Seharusnya pemerintah itu punya satu website yang saling terhubung, jadi tidak banyak website pemerintah yang harus dibuka untuk cari informasi di daerah A,B, atau C," kata Aulia. (Selengkapnya baca: Sebagian Warga Tak Tahu Situs Web Info Corona di Daerahnya).
"Kan akan lebih bagus kalau misalnya website itu satu saja, tapi sudah mencakup seluruh Indonesia, kalau mau tau soal daerah A, tinggak klik daerah A saja lalu muncul informasinya sampai ke kecamatan di daerah A," tambahnya.[]
Berita terkait:
Share: