IND | ENG
Presiden Jokowi & Pemimpin Dunia Rapat Online Bahas Corona

Presiden saat menghadiri KTT G20 2019 di Osaka. | Foto via Setkab.go.id

Presiden Jokowi & Pemimpin Dunia Rapat Online Bahas Corona
Yuswardi A. Suud Diposting : Rabu, 25 Maret 2020 - 20:11 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Wabah virus corona yang sedang melanda seluruh dunia membuat orang-orang membatasi pertemuan secara fisik. Tak hanya rakyat biasa, para pemimpin dunia melakukan hal serupa. Untungnya, perkembangan teknologi kini memungkinkan orang-orang terhubung secara online lewat video conference.

Tak bisa bertemu secara fisik untuk mencegah penularan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para pemimpin dunia yang tergabung dalam negara-negara ekonomi utama yang disebut G20, sepakat menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) luar biasa secara virtual pada Kamis malam, 25 Maret 2020 pukul 19.00. Ini adalah pertama kalinya KTT G20 dilakukan secara online.

Dilansir dari situs Setkab.go.id, Raja Salman dari Arab Saudi yang jauh-jauh hari sudah dijadwalkan sebagai tuan rumah, akan memimpin rapat online itu. Rapat itu diharapkan menghasilkan suatu Pernyataan Bersama terkait penanganan virus corona atau Covid-19.

Selain para pemimpin negara-negara G20, rapat itu juga dihadiri para pemimpin organisasi internasional seperti PBB, Organisasi Kesehatan Dunia WHO, Bank Dunia, dan IMF.

Konferensi online ini nantinya tidak hanya membahas penanganan krisis akibat pandemi Covid-19, tetapi juga membahas dampak ekonomi dan sosial yang berpengaruh pada rantai perdagangan antarnegara.

IMF memperkirakan dampak Covid-19 berpotensi sama buruknya dengan krisis ekonomi global pada tahun 2008. Untuk itu, pertemuan G20 kali ini sangat dinanti-nanti dunia guna mendukung stabilitas keuangan dan perekonomian dunia.

Dalam konferensi online itu, Presiden Jokowi akan mendorong solidaritas global yang memerlukan aksi bersama dan terkoordinasi, seperti kepentingan untuk kebutuhan akses dan keterjangkauan peralatan kesehatan dan vaksin.

Bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, dukungan pendanaan dalam mekanisme bilateral, regional ataupun multilateral secara global perlu didukung dengan peningkatan kerja sama internasional dalam memerangi Covid-19 dan segala dampak ekonomi dan sosialnya.

Aspek perdagangan internasional dan kerja sama internasional juga menjadi pokok bahasan utama guna menjamin kelancaran arus barang dan jasa, serta penguatan upaya global dalam merespon Covid-19.

Sebelumnya, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 sudah menggelar pertemuan yang juga dilakukan secara online pada 23 Maret lalu. Hari ini, 25 Maret 2020, berlanjut dengan pertemuan Sherpa G20.

Pada pertemuan virtual para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, telah dibahas paket stimulus dalam kerangka Covid-19. Di samping itu, organisasi internasional seperti Bank Dunia dan IMF juga sepakat untuk mengeluarkan bantuan pendanaan guna meredam dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian global.

Dalam pertemuan Sherpa G20, Indonesia menyampaikan perlunya G20 berfokus mendukung negara berkembang dan Least Developed Countries (LDCs) sebagai pihak yang diperkirakan paling rentan terhadap dampak pandemi Covid-19.

G20 yang dibentuk tahun 1999 merupakan forum utama kerja sama ekonomi internasional yang memiliki posisi strategis yang secara kolektif mewakili 85% GDP dunia, 75% perdagangan global dan 2/3 penduduk dunia.

Anggota G20 adalah 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Ada pun negara-negara anggotanya adalah Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.[]

#corona   #online   #dashboard   #petainteraktif   #covid19

Share:




BACA JUGA
Hingga Akhir Tahun 2023, Kominfo Tangani 12.547 Isu Hoaks
Putus Akses Lebih dari 800 Ribu Konten, Gerak Cepat Menteri Budi Arie Berantas Judi Online
Menkominfo Kecam Peretasan Laman kompas.id
Antisipasi Deep Fake, Wamen Nezar Patria: Kominfo Lindungi Kelompok RentanĀ 
Tekan Kasus Penipuan Online, Kominfo Buka AduanNomor.id