
WhatsApp | Foto: Freepik.com
WhatsApp | Foto: Freepik.com
Cyberthreat.id – WhatsApp, layanan olah pesan instan milik Facebook Inc, sedang menguji fitur yang memudahkan pengguna mengecek apakah sebuah pesan itu termasuk hoaks/disinformasi atau tidak.
Fitur itu memungkinkan pengguna menelusuri lebih lanjut dari konten yang diterima melalui mesin pencari web. WhatsApp mengatakan, fitur ini masih dalam tahap beta dan berencana dirilis dalam waktu dekat.
“Kami sedang mengerjakan fitur baru untuk membantu pengguna menemukan informasi lebih lanjut tentang pesan berantai yang diterima,” kata juru bicara WhatsApp kepada TechCrunch, pada 21 Maret lalu.
Fitur ini diharapkan bisa membantu memberantas hoaks dan disinformasi di tengah pandemi global virus corona (Covid-19).
Sebelumnya, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengatakan, WhatsApp menjadi platform yang paling banyak dipakai untuk menyebarkan informasi palsu alias hoaks terkait virus corona.
Untuk menekan hoaks itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika pekan lalu telah mengaktifkan chatbot khusus yang melayani informasi seputar wabah Covid-19. Konten-konten yang tersedia disiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Kesehatan RI.
Per Selasa (17 Maret), Kementerian Kominfo merilis ada 242 kabar hoaks terkait virus corona yang disebarkan di platform sosial media.
Berikut adalah beberapa informasi lain yang beredar, dan dipastikan oleh Kominfo sebagai hoaks:
Redaktur: Andi Nugroho
Share: