
Aplikasi Pikobar di Google Play Store
Aplikasi Pikobar di Google Play Store
Cyberthreat.id - Pemerintah Jawa Barat telah membuat aplikasi bernama Pikobar terkait penanganan virus corona di daerah itu. Aplikasi yang berjalan di ponsel Android dan tersedia di Google Play Store ini meminta akses lokasi pengguna untuk dapat menggunakannya.
Cybertreat.id mencoba menjajal aplikasi ini pada Sabtu malam, 21 Maret 2020.
Untuk menggunakannya, pengguna akan diminta akses lokasi dan foto/media/file. Setelah diterima, barulah aplikasi itu bisa diunduh.
Selain menyajikan data terkini berupa statistik mereka yang terinfeksi, meninggal, dan dinyatakan sembuh, ada 12 menu lain yang tersedia, yaitu:
1. Nomor Darurat
Ketika diklik, muncul nomor darurat yang dapat dihubungi yaitu 119. Ada pula nomor WhatsApp 08112093306 yang langsung tersambung ke Dinas Kesehatan Jawa Barat. Di halaman yang sama, ada daftar 9 rumah sakit rujukan.
2. Data Jabar
Halaman ini menyajikan data-data statistik perkembangan terbaru kasus Covid-19 dii Jawa Barat, termasuk peta persebaran virus corona.
3. Data Nasional
Ketika menu ini diklik, pengguna dibawa ke situs web kawalcovid19.id (Tidak diketahui pasti kenapa situs ini yang dijadikan rujukan, sementara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebut situs resmi nasional untuk penanganan virus corona adalah situs web covid19.go.id.
4. Data Dunia
Laman ini merujuk ke sebuah situs yang data persebaran virus corona secara global.
5. Donasi
Laman ini menyajikan pengumpulan dana lewat program "Jabar Lawan Corona!" yang digalang oleh Jabar Quick Response. Seseorang bisa menyumbang dengan angka terkecil Rp10 ribu. Metode pembayaran yang tersedia berupa: Jenius Pay, Go-Pay, LinkAja, Dana, virtual account Bank Mandiri, BCA dan BNI, transfer bank, dan kartu kredit.
Sejauh ini, dana yang terkumpul mencapai Rp66,8 juta dari target Rp500 juta.
6. Survei
Survei ini menyajikan formulir berisi pendapat pengguna tentang aplikasi tersebut.
7. Periksa Mandiri
Saat dibuka, muncul sapaan "Halo, ini sistem periksa kesehatan tepat berbasis AI Prixa."
Pengguna akan diminta mengisi formulir berupa keluhan yang mungkin dirasakan pengguna. Nantinya, Prixa yang bekerja menggunakan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan memprediksi kondisi Anda apakah mengalami gejala terinfeksi atau tidak.
Namun, sebelum dimulai, muncul pemberitahuan bahwa data yang dimasukkan akan direkam dan dipelajari oleh Prixa untuk meningkatkan akurasi hasil prediksi. Jika pengguna tidak setuju, muncul pemberitahuan berikutnya yang menyebut "Prixa memerlukan persetujuan Anda untuk dapat memberikan hasil prediksi berdasarkan keluhan yang Anda berikan."
Jika masih tidak setuju, "Mohon maaf, Prixa tidak dapat melanjutkan pemeriksaan tanpa persetujuan Anda."
Sebaliknya, jika pengguna meng-klik setuju, maka Prixa akan mengajukan sejumlah pertanyaan berupa jenis kelamin, umur, tinggi dan berat badan, riwayat kesehatan saat ini seperti apakah seseorang punya diabetes, merokok, atau minum alkohol.
Jika seseorang mengisi gejala-gejala berupa batuk, demam, nyeri tenggorokan, muncul pertanyaan berikutnya apakah anda memiliki riyawat bepergian ke negara dengan wabah virus corona di luar negeri seperti China, Korea Selatan, atau Italia dalam 14 hari terakhir. Lalu muncul prediksi kemungkinan penyakit yang Anda alami dan disarankan berkonsultasi dengan dokter.
8. Logistik
Ketika diklik, pengguna diminta login ke akun Google, dan muncul formulir yang harus diisi. Formulir ini menggunakan fasilitas dari Google Formulir berupa form permohonan logistik kesehatan.
9. Saber Hoax
Ketika di-klik, pengguna dibawa ke laman Instagram @Jabarsaberhoaks yang menampilkan analisa benar atau tidaknya sebuah isu yang beredar.
10. Daftar Relawan (belum aktif, masih dalam pengembangan)
11. Lapor Kasus (belum aktif, masih dalam pengembangan)
12. Forum (belum aktif, masih dalam pengembangan)
Selain menu itu, ada juga menu berita terkini terkait virus corona yang bersumber dari Pemprov Jabar, media nasional, dan media internasional.
Meskipun secara keseluruhan aplikasi ini cukup bagus dan memuat informasi penting, namun tidak ada penjelasan mengapa meminta akses lokasi dan file penyimpan di perangkat ponsel. []
Share: