IND | ENG
Jakarta Buka Jejak Lokasi Corona, Waspadai Tempat-tempatnya

Peta kronologis pasien Covid19 di situs Pemerintah DKI Jakarta

Jakarta Buka Jejak Lokasi Corona, Waspadai Tempat-tempatnya
Yuswardi A. Suud Diposting : Sabtu, 21 Maret 2020 - 14:49 WIB

Cyberthreat.id - Pemerintah DKI Jakarta mulai mengungkap jejak lokasi sebagian pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Jejak itu muncul di situs web corona.jakarta.go.id yang dikelola Pemprov DKI Jakarta.

Diakses pada Sabtu siang (21 Maret 2020), peta jejak lokasi itu ditempatkan di bawah peta persebaran Covid-19 yang datanya dikelompokkan per kelurahan. (Klik link ini untuk melihat peta tersebut: https://corona.jakarta.go.id/id/peta)

Sejauh ini, data jejak lokasi yang dimunculkan baru 18 pasien (dari total 268 kasus positif Covid-19 atau SARS Cov2). Yaitu kasus 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 18, 19, 22, dan 54.

Data yang ditampilkan berupa titik lokasi rumah (namun tidak disebutkan nama tempatnya), tempat kontak dengan pasien positif corona,

Untuk mengakses data ini, pada 'Peta Kronologis dan Perkembangan Kasus Covid-19" di website  DKI Jakarta, pada bagian kanan, ada tombol yang memungkinkan seseorang memilih berdasarkan nomor kasus yang ingin dilihat jejak lokasinya.

Berikut data jejak lokasi pasien tersebut.

Kasus 1
- Kontak dengan Pasien Positif Corona WN jepang di Paloma Bistro
- Mengalami gejala di rumah
- Berobat ke RS Mitra Keluarga Depok (sebelumnya pernah berobat tanggal 21 di diagnosa ISPA, kembali lagi dengan gejala demam, batuk, pilek, diare, mual, Bronchopneumonia
- Berobat ke RSPI Sulianti Suroso dan berstatus negatif SARS Cov2.

Kasus 2
Untuk pasien kasus 2, data yang ditampilkan hanya titik rumah, pernah berobat ke RS Mitra Keluarga Depok (didiagnosa Thypoid) dan dirujuk ke RSPI Sulianti Suroso dengan status positif SARS CoV2.  

Kasus 3
- Tidak ada data kontak dengan pasien positif sebelumnya.
- Mengalami gejala di rumah berupa demam, pegal linu, batuk, diare, nafsu makan kurang. Tidak ada data lokasi rumah, namun dari titik di peta berada di wilayah Jakarta Utara
- Sempat dirawat di RS Pluit sejak 27 Februari 2020, lalu dirujuk ke RSPI Sulianto Suroso.
- Korban berstatus meninggal

Kasus 4
- Kontak dengan pasien positif Corona MAA di Klub Crazy Uncle
- Berkunjung ke Nouvelle
- Berkunjung ke Murphy's Irish Pub
- Di rumah mengalami gejala batuk, sakit kepala, demam, sesak nafas.
- Berobat ke RS Medistra
- Dirujuk dan diisolasi ke RSPAD Gatot Subroto

Kasus 6
- Kontak dengan pasien postif corona di Klub Dansa
 Amigos
- Kontak dengan pasien positif corona di Aruba
- Mengalami gejala di rumah, tidak berobat ke RS
- Berobat ke RS St. Carolus, didiagnosa thypoid, pneumonia.
- Dirujuk ke RSPI Sulianti Suroso sejak 2 Maret 2020 dan positif SARS CoV2

Kasus 7
- Kontak dengan pasien positif corona di Klub Dansa Amigos (tidak ada keterangan waktu)
- Kontak dengan pasien positif corona di Paloma Bistro (tidak ada keterangan waktu dan detail lokasi Paloma Bistro)
- Kontak dengan pasien positif corona di Terrace Senayan
- Dirujuk ke RSPI Sulianti Suroso, tanggal 9 Maret sudah negatif, namun tanggal 13 Maret positif lagi.  
 
Kasus 8 
- Kontak dengan pasien positif corona NT dan WN Jepang di Paloma Bistro
- Kontak dengan pasien positif corona di Terrace Senayan, kontak dengan NT di even dansa
- Mengalami gejala flu, batuk, nyeri badan
- Berobat di RS Pondok Indah Jaksel
- Dirujuk ke RSPI Sulianti Suroso dan positif SARS CoV2

Kasus 9
- Kontak dengan pasien positif corona di Klub Crazy Uncle
- Kontak dengan kasus 4, 15 dan 53
- Di rumah mengalami gejala batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, pilek, lesu
- Berobat ke RS Agung
- Dirujuk dan meninggal di RS St. Carolus

Kasus 10
- Mengalami gejala batuk dan demam di rumah
- Berobat ke RS MMC dan dipulangkan
- Dirujuk ke RS RSPAD Gatot Subroto dan positif SARS Cov2
- Tidak ada riwayat kontak dengan pasien sebelumnya

Kasus 11
- Mengalami gejala ngilu, demam, batuk.
- Berobat bersama dengan kasus 10 ke RS MMC
- Dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto dan positif.
- Seperti kasus 10, kasus 11 juga tidak ada data riwayat kontak dengan pasien sebelumnya.

Kasus 12
- Di rumah, mengalami gejala batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, nyeri otot, muntah dll
- Berobat ke RS Siloam Kebon Jeruk dengan diagnosa Pneumonia.
- Dirujuk ke RSUP Persahabatan dan positif
- Tidak ada riwayat lokasi sebelumnya

Kasus 13
- Kontak dengan pasien kasus 1 dan 5 di Paloma Bistro
- Mengalami gejala batuk, sakit tenggorokan  
- Berobat di PMK Setiabudi
- Dirujuk ke RSPI Sulianto Suroso dan positif

Kasus 14
- Kontak dengan kasus 1 di Paloma Bistro
- Mengalami gejala di rumah berupa sakit kepala dan diare
- Berobat di Sudinkes Jaksel dan dilakukan pengambilan swab
- Ke RSPI Sulianto Suroso, negatif

Kasus 15
- Kontak dengan pasien  positif corona di Klub Dansa Amigos
- Kontak dengan pasien positif corona kasus 1 di Paloma Bistro
- Di rumah mengalami gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas
- Ke RS YPK Mandiri, negatif

Kasus 18
- Di rumah, mengalami gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas dll
- Periksa swab di RSUD Kramat Jati. Sebelumnya juga berobat pada 3 Maret
- Dirujuk ke RSUP Persahabatan, namun sempat menolak di isolasi dan kabus. Sudah dilakukan pendekatan persuasif.

Kasus 19 
- Mengalami gejala di rumah berupa batuk, sakit kepala, demam
- Ke RSUP Persahabatan dan positif
- Tidak ada riwayat lokasi sebelumnya.

Kasus 22
- Mengalami gejala batuk, pilek, nyeri otot, lemah, mual muntah di rumah
- Dirawat di RS Medistra
- Tidak ada data lain yang ditampilkan

Kasus 54
- Mengalami gejala di rumah
- Berobat ke praktek dokter
- Berobat ke RS Siloam Kebon Jeruk
- Dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, positif SARS CoV2 dan diisolasi

***

Meskipun pada peta riwayat lokasi tidak ditampilkan data rumahnya, namun data kelurahannya dapat ditelusuri di peta persebaran Corona meskipun agak rumit karena pengguna harus mengecek ke satu demi satu titik yang muncul di peta.

Kasus 54 misalnya. Karena disebutkan yang bersangkutan berobat ke RS Siloam Kebon Jeruk, maka penelusuran dilakukan dengan mencari data Kelurahan Kebon Jeruk di peta persebarannya. Hasilnya, pasien kasus 54 tertera di sana sebagai salah satu dari 5 orang positif Covid-19 di Kebon Jeruk. Disebutkan, kasus 54 adalah seorang perempuan dengan usia 25 tahun.

Penelusuran terhadap kasus 1 menemukan datanya termasuk dalam data Kelurahan Pluit yakni seorang wanita berusia 65 tahun.

Tidak diketahui pasti apakah kasus 1 adalah kasus yang sama dengan pasien kasus 1 Indonesia yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret lalu. Namun, jika mengacu kepada data jenis kelamin, usia, dan riwayat kontak dengan WN Jepang di Paloma Bistro, kemungkinan besar adalah orang yang sama yang berdomisili di Depok, Jawa Barat.

Untuk kasus 3 yang sudah dinyatakan meninggal dunia, datanya ditemukan di peta persebaran sebagai warga Kelurahan Petagogan, seorang perempuan berusia 33 tahun. Total ada dua orang yang terinfeksi di sana.

Untuk kasus 4 yang di peta kronologis disebut melakukan kontak dengan pasien positif corona MAA di Klub Crazy Uncle, lalu berkunjung ke Nouvelle dan Murphy's Irish Pub, di peta persebaran namanya tercatat sebagai warga Duren Tiga, seorang perempuan berusia 48 tahun.

Kasus 5 dan 6 di peta persebaran tercatat sebagai warga Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kasus 5 seorang laki-laki berusia 29 tahun, dan kasus 6 seorang perempuan berusia 53 tahun. Mereka termasuk bagian dari 5 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Bangka, bersama pasien kasus 18 yang adalah seorang perempuan berusia 70 tahun.   

Untuk kasus 7, datanya ditemukan di peta persebaran sebagai warga Kelurahan Pasar Manggis: seorang lelaki berusia 52 tahun. Ada dua orang lainnya yang dinyatakan positif di sana.

Data pasien kasus 8 dan 9 ditemukan di peta persebaran sebagai warga Pasar Minggu. Mereka adalah seorang laki-laki berusia 55 tahun dan perempuan berusia 54 tahun. Sejauh ini, baru mereka berdua yang dilaporkan positif di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sedangkan kasus 10, datanya ditemukan di peta persebagai sebagai warga Kelurahan Grogol Selatan, seorang perempuan berusia 55 tahun. Total ada dua orang yang dinyatakan positif di kelurahan itu.

Kasus 11 ditemukan sebagai warga Karet Semanggi, laki-laki berusia 34 tahun. Total ada dua kasus di sana.  

Untuk kasus 19, datanya ditemukan sebagai korban dari  Kelurahan Kembangan, Jakarta Barat. Di sana, kasus 19 tercatat sebagai seorang lelaki berusia 55 tahun. Sejauh ini, ada dua orang yang dinyatakan positif Covid-19 di kelurahan itu.

Kasus 12, datanya ditemukan di peta persebaran sebagai warga Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Orang ini tercatat sebagai perempuan berusia 47 tahun dan satu-satunya warga Kebon Melati yang dinyatakan positif sejauh ini.

Kasus 14 yang dalam peta kronologis disebut melakukan kontak denga kasus 1 di Paloma Bistro, ditemukan di peta persebaran sebagai warga Cawang, seorang perempuan berusia 36 tahun. Dia satu-satunya korban di sana.

Kasus 15 yang dalam peta kronologis disebut melakukan kontak dengan positif corona di Klub Dansa Amigos, dan pasien kasus 1 di Paloma Bistro, datanya ditemukan di peta sebaran kasus sebagai warga Kebayoran Lama Utara, seorang laki-laki berusia 50 tahun. Sejauh ini, total ada 2 orang terinfeksi di sana.

Untuk kasus 22, setelah berusaha mencarinya hampir dua jam, Cyberthreat.id belum menemukan di mana tempat domisilinya dalam peta persebaran. Anda bisa bantu kami menemukannya? Tinggalkan pesan di kolom komentar di bawah ini.

***

Secara keseluruhan, meskipun data lokasi yang dimunculkan masih beberapa kasus, ini adalah langkah maju dan bisa dijadikan panduan bagi masyarakat sekitarnya untuk mawas diri dan melakukan pemeriksaan jika pernah berada satu tempat dengan lokasi yang pernah dikunjungi pasien positif.

Hanya saja, dibutuhkan data lebih detail seperti kapan pasien positif berkunjung ke tempat itu.

Dalam peta kronologis yang memuat jejak lokasi, pengelola situs DKI Jakarta menulis,"Tidak semua kasus ditampilkan dalam peta. Ini untuk memudahkan visualisasi. Kasus yang dipilih adalah representatif dan detail terkait pribadi/personal tidak ditampilkan untuk publik"

Pengamat sosial media dari Drone Emprit, Ismail Fahmi, ketika ditanya Cyberthreat.id tentang ini mengatakan sebaiknya pemerintah membuka data lokasi yang pernah dikunjungi pasien Covid-19. Dengan begitu, warga bisa mengantisipasi apakah dirinya punya kemungkinan terjangkit atau tidak.

"Tidak perlu detail nama orang, karena penting juga menjaga privasi korban. Yang paling penting adalah data lokasi, kapan, dan dimana," kata Fahmi.

Fahmi memahami mengapa pemerintah sampai sekarang belum terbuka sepenuhnya soal data lokasi. Selain agar tidak membuat panik, mungkin pemerintah berpikir bisa merugikan pemilik bisnis jika data lokasiya diunggap.

"Tapi dalam kondisi sekarang dimana eksponensialnya luar biasa dan sudah menyebar kemana-mana, data tracing lokasi ini penting dan bisa jadi alert bagi orang-orang."

"Dikasih data jejak lokasi, kemudian beritahu orang-orang apa yang harus dilakukan. Untuk hal spesifik seperti ini, mestinya bisa dibuka karena untuk menyelamatkan publik yang lebih banyak. Dengan begitu orang punya panduan saat melakukan social distancing seperti yang disarankan pemerintah. Kalau tidak dikasih tahu, bisa-bisa memperluas penyebarannya," kata Fahmi.

Menurut Fahmi, langkah itu telah dilakukan Korea Selatan dan Singapura dan terbukti ampuh menekan persebaran virus corona di sana.

Namun begitu, Fahmi mengingatkan, yang harus dijaga jangan sampai ketahuan identitas lengkap pasiennya seperti yang terjadi dengan pasien kasus 1 dan 2 ketika pertama kali kasus itu terungkap.

"Semua ini demi menyelamatkan nyawa banyak orang. Ketika dia keluar, artinya dia kan membahayakan orang lain," kata Fahmi.[]

Update 26 Maret 2020

#corona   #online   #dashboard   #petainteraktif   #dkijakarta   #covid19

Share:




BACA JUGA
Hingga Akhir Tahun 2023, Kominfo Tangani 12.547 Isu Hoaks
Putus Akses Lebih dari 800 Ribu Konten, Gerak Cepat Menteri Budi Arie Berantas Judi Online
Menkominfo Kecam Peretasan Laman kompas.id
Antisipasi Deep Fake, Wamen Nezar Patria: Kominfo Lindungi Kelompok RentanĀ 
Tekan Kasus Penipuan Online, Kominfo Buka AduanNomor.id