IND | ENG
Pengiriman Makanan Takeway Diserang DDoS di Tengah Covid-19

Ilustrasi

Pengiriman Makanan Takeway Diserang DDoS di Tengah Covid-19
Tenri Gobel Diposting : Sabtu, 21 Maret 2020 - 09:05 WIB

Cyberthreat.id - Layanan pengiriman makanan Takeaway yang berbasis di Jerman mengalami insiden serangan cyber. Pemerintah Jerman baru-baru ini telah mengambil langkah preventif untuk membatasi penyebaran pandemi Coronavirus (Covid-19).

Salah satu dampak langkah preventif terhadap kehidupan sosial misalnya aturan tempat makan yang memiliki banyak perubahan, seperti makan di tempat hingga aturan social distancing guna melawan penyebaran Covid-19.

Layanan pengiriman makanan seperti Takeaway.com  atau Lieferando.de yang banyak digunakan oleh orang Jerman mengalami dampak tersebut. Kemudian terjadilah insiden serangan DDoS dimana penyerang menuntut pembayaran tebusan senilai 2 bitcoin (sekitar 175 juta rupiah).

CEO Takeaway, Jitse Groen, dalam postingannya di Twitter pada Kamis (19 Maret 2020) melampirkan tangkapan layar yang menunjukkan permintaan penyerang. Para penjahat itu mengancam akan menyerang situs perusahaan lain. 

“Serangan DDoS di situs pengiriman makanan @takeaway terjadi di tengah krisis kesehatan masyarakat. Saya berharap kamu (pelaku) bisa tidur nyenyak di malam hari," tulis Jitse dilansir Bleeping Computer, Jumat (20 Maret 2020).

Beberapa saat setelah cuitan Jitse, sejumlah cabang perusahaan asal Jerman itu mengumumkan sistemnya telah diserang lalu masuk dalam mode pemeliharaan "untuk memastikan keamanan semua data". Salah satu akibatnya menyebabkan keterlambatan dalam pemrosesan pesanan.

Beberapa pelanggan mengeluh karena Takeaway masih saja menerima pesanan baru sementara sistemnya lumpuh akibat serangan tersebut. Dan pesanan pelanggan tidak sedang diproses.

Dalam tweet berikutnya, situs web Takeaway menginformasikan akan mengembalikan pesanan yang telah dibayar online dan tidak terkirim.

"Ini tidak akan terjadi secara otomatis dan pelanggan harus menghubungi Takeaway melalui e-mail".

Takeaway.com menawarkan pengiriman makanan di lebih dari 15.000 restoran di Jerman dan sejumlah negara Eropa sehingga dampak serangan DDoS sangat signifikan; tidak hanya untuk pelanggan, tetapi juga untuk pemilik restoran.

Dalam sebuah pemberitahuan ke BleepingComputer, Takeaway menyebutkan serangan itu telah berhenti dan perusahaan sekarang berurusan dengan efeknya. Website perusahaan maupun infrastruktur lainnya sudah kembali berfungsi dan beroperasi.[]

Redaktur: Arif Rahman

#DDoS   #Takeaway   #Fooddelivery   #layanankurir   #aplikasi   #platformdigital   #cyberattack

Share:




BACA JUGA
Hacker China Targetkan Tibet dengan Rantai Pasokan, Serangan Watering-Hole
Serangan DDoS pada Industri environmental services  Melonjak pada 2023, Termasuk Indonesia
Investasi Berbahaya, Penipu App Store
Mengenal Tiga Jenis Doppelganger Pemangsa Reputasi Perusahaan
DDoS 2.0: IoT Memicu Peringatan DDoS Baru