
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Washington, Cyberthreat.id – Sejumlah negara di dunia menggunakan teknologi pelacakan jejak lokasi (geolokasi) untuk memetakan pergerakan orang-orang yang kemungkinan terinfeksi virus corona (Covid-19).
Teknologi yang selama ini memunculkan perdebatan karena dianggap melanggar privasi seseorang itu telah dilakukan di China dan Korea Selatan. Sementara, Israel pekan ini telah mengizinkan dinas intelijennya, Shin Bet, untuk melacak geolokasi warganya, Amerika Serikat sedang bersiap menerapkannya.
Senator AS Ed Markey, yang selama ini memperjuangkan privasi warga, mengingatkan agar hati-hati dalam upaya pemerintah melacak orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien corona. Rencana, pemerintah akan menggandeng perusahaan teknologi, seperti Google dan Facebook dalam melacak data lokasi ponsel warganya.
Dalam suratnya kepada Michael Kratsios, selaku kepala petugas teknologi Gedung Putih, Markey mengatakan, “Kami membutuhkan jaminan bahwa pengumpulan dan pemrosesan jenis-jenis informasi ini, walau dikumpulkan dan dianonimkan, tidak menimbulkan risiko keselamatan dan privasi kepada tiap orang,” tutur dia seperti diberitakan Reuters, Jumat (20 Maret 2020).
Berita Terkait:
Ia juga meminta pemerintah untuk menjelaskan secara detail bagaimana data akan dikumpulkan, dianonimkan dan disimpan, siapa yang akan memiliki akses ke sana dan perusahaan mana yang terlibat dalam upaya tersebut.
Sementara itu, Google mengatakan, bahwa pelacakan tersebut akan mengikuti protokol privasi yang ketat, “Juga, tidak akan ada berbagi data tentang lokasi, pergerakan, atau kontak individu mana pun,” kata perwakilan Google dalam sebuah pernyataan.
Facebook mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada kesepakatan untuk berbagi data lokasi individu dengan pemerintah.
“Di AS, kami memberi pengarahan kepada CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) tentang pekerjaan yang kami dan mereka mendukung kami untuk melakukan lebih banyak lagi,” kata juru bicara Facebook.
Berita Terkait:
"Kami belum menerima permintaan untuk data lokasi dari pemerintah AS," Facebook menambahkan.
Sementara, Apple mengatakan, dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka tidak melacak lokasi pengguna. Apple memang berpartisipasi dalam pertemuan gugus tugas Covid-19 Gedung Putih, tetapi lebih difokuskan pada telehealth dan pembelajaran jarak jauh.[]
Share: