IND | ENG
Korban Bertambah, Jatim Rahasiakan Peta Sebaran Corona

Ilustrasi

Korban Bertambah, Jatim Rahasiakan Peta Sebaran Corona
Yuswardi A. Suud Diposting : Kamis, 19 Maret 2020 - 16:52 WIB

Cyberthreat.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan tetap merahasiakan data persebaran virus corona di wilayahnya.

Dilansir dari suarasurabaya.net, Khofifah khawatir jika data lokasi pasien dibuka yang bersangkutan dapat diasingkan oleh masyarakat.

Saat ini, kata Khofifah, Pemprov Jawa Timur punya peta persebaran yang terintegrasi secara digital, namun hanya untuk kepentingan internal pemerintah. Peta itu merupakan hasil tracing tertutup yang dilakukan Pemprov Jatim bersama Tim RSUD dr Soetomo.

“Kami sih sebetulnya tidak merahasiakan. Kami sudah melakukan tracing secara tertutup. Hari ini tim tracing itu kerja. Hanya saja, ada kekhawatiran itu. Isolasi itu tidak sama dengan alienasi (pengasingan),” kata Khofifah, Rabu (18 Maret 2020).

Khofifah lantas bercerita tentang pertemuannya dengan seorang perempuan Banyuwangi yang hendak pergi ke Depok.

“Ini true story. Saya ketemu sekitar tanggal 1 (Maret) dini hari," katanya.  

“Saya ketemu di salah satu rest area di Pasuruan. Beliau sebetulnya mau ke Depok. Dia bilang, ‘Bu saya ini mau ke Depok tapi, kok, enggak boleh pulang, ya? Takutnya nanti kena sebaran.’ Ini true story,” ujarnya.

Dari cerita itu, Khofifah mengatakan bahwa alienasi oleh masayrakat sudah terjadi sebelum adanya kasus positif Covid-19 di Jawa Timur.

Dia khawatir, bila peta sebaran kasus COVID-19 di Jatim bisa diakses publik, selain akan terjadi kepanikan, masyarakat di lokasi yang ada di peta akan mengalienasi mereka yang positif Covid-19, Orang dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Pemantauan (PDP) maupun keluarganya.

Sampai Rabu kemarin, 8 orang dinyatakan positif Covid-19 (satu diantaranya meninggal dunia) di Jawa Timur. Hari ini, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan satu kasus baru di Jawa Timur.

"Jawa Timur penambahan satu kasus sehingga menjadi orang," kata Achmad Yurianto saat konferensi pers di Jakarta, Kamis sore (19 Maret 2020).

Jika Khofifah memilih merahasiakan data lokasi pasien, hal berbeda dilakukan Pemprov DKI Jakarta, Jawa Barat dan Yogyakarta.


Berita terkait:


DKI Jakarta memilih membuka data lokasi hingga nama kelurahan, tanpa menyebut nama dan alamat lengkap mereka yang positf terjangkit virus corona.

Hal serupa juga dilakukan Pemprov Jawa Barat dengan membuat peta interaktif persebaran virus corona di wilayah itu. Informasi yang dimunculkan berupa usia, jenis kelamin, nama desa, nama kecamatan, dan nama kabupatennya.

"Data ini silahkan digunakan warga untuk proaktif agar saling mengingatkan untuk menjaga dri dan mengurangi interaksi sosial di zona merah dan kuning, tanpa reaksi sosial berlebihan," kata Gubernur Ridwan Kamil saat mengumumkan pembukaan data lokasi pada Minggu lalu (15 Maret 2020).

Pengamat sosial media dari Drone Emprit, Ismail Fahmi mengapresiasi sikap Pemprov Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Ini yang kita butuhkan. Membuat takut, iya. Tetapi akan membuat kita lebih yakin bagaimana bertindak. Tahu situasi. Tidak asal pede merasa aman tanpa persiapan," kata Fahmi.

Sedangkan terkait sikap Gubernur Jawa Timur yang memilih merahasiakan data lokasi, Ismail menekankan yang dibuka bukan nama dan alamat, melainkan cukup kode kasus, area dan trace riwayat lokasi yang pernah dikunjungi sebelum terpapar virus.

Fahmi juga mendorong Pemerintah Pusat lewat lembaga yang berwenang untuk membuat peta serupa di level nasional. Sebab, tidak semua daerah punya tim IT yang bagus untuk membuat peta interaktif digital.

"Kita tidak bisa minta setiap daerah bikin. DKI (Jakarta) dan Jabar punya tim yang bagus buat bikin. Daerah lain belum tentu. Jadi yang kita dorong bikin adalah pusat. One for all (satu untuk semua)," kata  Ismail Fahmi. (Baca: Mengapa Pusat Belum Bikin Peta Online Sebaran Virus Corona?)

Hingga hari ini, kasus positif Covid-19 di Indonesia telah menyentuh angka 309, meningkat dari 272 kasus sehari sebelumnya. Penambahan terbesar terjadi di Jakarta dengan 52 kasus baru. Sebelumnya, jumlah warga DKI yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah 158 kasus. Dengan begitu, total kasus terkonfirmasi di DKI Jakarta menjadi 210 kasus.

Sedangkan jumlah pasien meninggal menjadi 25 kasus, meningkat dari 19 orang sehari sebelumnya. Adapun jumlah yang sembuh bertambah dari 11 menjadi 15 orang. []

Update:

#corona   #online   #dashboard   #petainteraktif

Share:




BACA JUGA
Hingga Akhir Tahun 2023, Kominfo Tangani 12.547 Isu Hoaks
Putus Akses Lebih dari 800 Ribu Konten, Gerak Cepat Menteri Budi Arie Berantas Judi Online
Menkominfo Kecam Peretasan Laman kompas.id
Antisipasi Deep Fake, Wamen Nezar Patria: Kominfo Lindungi Kelompok RentanĀ 
Tekan Kasus Penipuan Online, Kominfo Buka AduanNomor.id