
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Jakarta, Cyberthreat.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang mengembangkan layanan obrolan virtual otomatis (chatbot) mengenai wabah virus corona (Covid-19) di layanan olah pesan WhatsApp terkait dengan Covid-19.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, pengembangan untuk WhatsApp masih belum selesai dan diperkirakan pekan ini akan segera dirilis.
“Minggu ini kamu akan launching,” ujar dia dalam jumpa pers yang ditayangkan secara live streaming, Rabu (18 Maret 2020).Namun, untuk chatbot untuk versi layanan Telegram telah selesai dibuat.
Obrolan virtual tersebut dikembangkan sebagai upaya dalam menangkal hoaks yang terus bertambah tiap harinya terkait Covid-19.
“Chatbot tersebut akan memasok informasi akurat soal pandemi corona. Sebab, jumlah hoaks terus meningkat sejak pengumuman kasus pertama virus covid-19.” ungkap Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kominfo Ahmad M Ramli seperti dikutip dari Katadata pada Selasa (17 Maret).
Sejak pengumuman kasus Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret lalu hingga kini, jumlah hoaks dan disinformasi yang dideteksi Tim Cyber Drone 9 Kominfo mencapai 250 konten.
Berikut sejumlah konten hoaks dari 250 konten hoaks dan disinformasi yang beredar di media sosial yang direkap oleh Kementerian Kominfo RI per 18 Maret 2020:
Redaktur: Andi Nugroho
Share: