
Tangkapan layar situs web Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat
Tangkapan layar situs web Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat
Cyberthreat.id - Situs web Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat dihantam serangan DDoS pada Minggu malam (15 Maret 2020).
"Pada hari Minggu, kami menyadari adanya peningkatan aktivitas yang signifikan pada infrastruktur siber HHS dan beroperasi penuh saat kami secara aktif menyelidiki masalah ini," kata juru bicara HHS, Caitlin Oakley.
Lebih lanjut, kata Caitlin, mereka berkoordinasi dengan penegak hukum federal dan tetap waspada dan fokus untuk memastikan integritas infrastruktur TI.
Pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, penyerang pada Minggu malam berusaha untuk mengganggu penyebaran informasi Covid-19 dengan melakukan serangan DDoS terhadap situs web HHS.gov.
Melansir dari BleepingComputer, serangan DDoS adalah ketika penyerang mengirim sejumlah besar koneksi ke situs web atau alamat IP pada saat bersamaan untuk membanjiri server sehingga tidak lagi dapat diakses.
“Serangan itu, yang melibatkan overloading server HHS dengan jutaan hit selama beberapa jam, tidak berhasil memperlambat sistem agensi secara signifikan, kata orang-orang, yang meminta anonimitas untuk membahas insiden yang tidak diketahui publik,“ tulis Bloomberg.
Malam itu, Dewan Keamanan Nasional mengumumkan dalam sebuah tweet-nya berupa peringatan untuk mengabaikan pesan teks yang menyebarkan "rumor karantina nasional" dan bahwa tidak ada "lockdown."
Menurut salah satu sumber Bloomberg, tweet ini terkait dengan serangan cyber HHS. Tweet sebagai tanggapan atas kampanye disinformasi yang dilakukan oleh para penyerang sehubungan dengan upaya untuk menghancurkan situs HHS.gov.
Pejabat pemerintah menyadari serangan itu dan menganggap itu adalah serangan siber dari luar (asing), tetapi belum dapat mengkonfirmasi hal itu pada saat ini.
"Sekretaris Negara Michael Pompeo dan pejabat administrasi Trump lainnya mengetahui kejadian itu, kata salah satu sumber kami," lanjut Bloomberg.
Setiap kali suatu peristiwa dunia menimbulkan kepanikan dan kegelisahan, para penjahat berusaha mengambil keuntungan dari situasi tersebut.
Seperti yang terjadi baru-baru ini, serangan DDoS juga menyerang situs terkait Covid-19 milik Pemerintah Kota DKI Jakarta yaitu corona.jakarta.go.id pada Kamis (12 Maret 2020).
Tak hanya sekadar DDoS, penjahat siber memanfaatkan Covid-19 dalam banyak hal. Seperti kampanye phishing, malware dan ransomware, dan serangan siber terhadap rumah sakit dan pusat pengujian.
Jumat lalu, Rumah Sakit Universitas Brno di Republik Ceko ditutup karena serangan dunia maya yang dimulai pada dini hari.
Rumah sakit ini adalah salah satu dari 18 laboratorium yang digunakan untuk menguji virus corona dan melakukan 20 tes sehari sampai serangan itu terjadi.[]
Editor: Yuswardi A. Suud
Share: