IND | ENG
Wabah Covid-19, Unduhan Aplikasi Telekonferensi Naik Drastis

Ilustrasi | Foto: businessfirstfamily.com

Wabah Covid-19, Unduhan Aplikasi Telekonferensi Naik Drastis
Andi Nugroho Diposting : Senin, 16 Maret 2020 - 07:25 WIB

Cyberthreat.id – Unduhan secara global sejumlah aplikasi yang biasa dipakai untuk telekonferensi (konferensi web) mengalami lonjakan hampir lima kali lipat sejak awal Januari 2020. Aplikasi-aplikasi tersebut, antara lain Tencent Conference, WeChat Work, Zoom, Microsoft Teams, dan Slack.

Menurut perusahaan analis aplikasi Sensor Tower, lonjakan tersebut terjadi ketika berbagai perusahaan juga kantor-kantor pemerintah di dunia mengubah cara bekerja seiring wabah viru corona (Covid-19).

Aplikasi-aplikasi tersebut telah menarik 1,4 juta pengguna baru di App Store dan Google Play pada pekan pertama Januari, angka itu melonjak ke rekor 6,7 juta pada pekan pertama Maret ini, menurut Sensor Tower seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14 Maret 2020).

Wabah Covid-19, yang mencapai status pandemi global pekan lalu, telah memaksa perusahaan untuk sangat bergantung pada alat konferensi bisnis.

Layanan yang banyak dipakai seeperti Zoom dan Google Hangouts Meet. Beberapa layanan baru juga diminati pengguna, seperti Rumii dan Spatial, yang memungkinkan pengguna menghadiri pertemuan di ruang digital; mereka dapat melihat dan berinteraksi dengan versi 3D rekan kerja secara digital.

Basis pengguna aktif Zoom Video Communications Inc. setiap hari tumbuh 67 persen sejak awal Januari, demikian data dari Apptopia. Namun, para analis memperingatkan bahwa tidak setiap aplikasi bisnis akan melihat keuntungan finansial yang sesuai dari lonjakan permintaan.

"Sebagian besar dari mereka menawarkan versi freemium. Jadi, kenapa harus membayar ketika mereka dapat menggunakan secara gratis," kata analis Summit Insights Group Jonathan Kees, menunjuk ke layanan seperti Microsoft Teams dan Zoom, yang baru-baru ini memperluas penawaran gratis mereka.

Zoom mengatakan telah melihat lonjakan penggunaan, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pengguna tersebut akan dikonversi menjadi pelanggan yang membayar. Saham perusahaan telah melonjak lebih dari 60 persen sejak awal tahun ini, bahkan ketika pasar yang lebih luas telah bergejolak di tengah kekhawatiran bahwa virus yang menyebar cepat dapat menyebabkan resesi global.

Realitas maya

Sementara, Rumii, sebuah platform pelatihan dan pendidikan realitas virtual oleh Doghead Simulations, yang menelan biaya US$ 14,99 per bulan per pengguna, dua pekan lalu mulai menawarkan layanannya secara gratis setelah melihat penambahan pengguna ketika Covid-19 menyebar di Amerika Serikat.

Spatial, perusahaan perangkat lunak augmented reality yang berbasis di New York, juga melihat penggunaan layanannya berlipat ganda selama sebulan terakhir.

Chief Executive Officer Spatial Anand Agarawala mengatakan kekhawatiran terhadap Covid-19 telah menyebabkan lonjakan 400 persen dalam permintaan untuk lisensi perusahaan pada bulan lalu dan peningkatan penggunaan 50 persen dalam pekan lalu.

Beberapa analis mengatakan adopsi aplikasi bisnis yang dipercepat tidak dapat dianggap sebagai blip atau sementara.

"Kami harus mempertimbangkan bahwa beberapa perubahan ini mungkin tidak dapat diubah, ketika (semoga) semuanya kembali normal," kata analis DA Davidson, Rishi Jaluria.

"Anda akan melihat lebih banyak perusahaan mengadopsi teknologi ini dan menggunakannya secara teratur. Jadi, manfaatnya lebih bersifat jangka panjang.”[]

#telekonferensi   #rapatjarakjauh   #zoom   #hangoutteams   #wechatwork   #slack   #rumii   #coronavirus   #covid-19

Share:




BACA JUGA
Malvertising Baru, Gunakan Portal Berita Windows Palsu untuk Distribusikan Penginstal Berbahaya
Rusia Larang Penggunaan Aplikasi Perpesanan Asing di Instansi Pemerintah
Empat Isu Keamanan Siber yang Perlu Diantisipasi pada 2023
Peretas China Mencuri Rp 312 M Dari Dana Bantuan Covid-19 Milik Amerika Serikat
AstraZeneca Lalai Unggah Kredensial Server Data Pasien ke GitHub Selama Setahun