
Ilustrasi | Foto: gtreview.com
Ilustrasi | Foto: gtreview.com
Jakarta, Cyberthreat.id – Chief Technology Officer (CTO) DANA, Norman Sasono, mengatakan, perusahaannya selama ini selain melibatkan tim internal, juga menggandeng komunitas peretas topi putih (white hacker) untuk menguji sistem informasi atau fitur baru pada aplikasinya.
Norman mengatakan, DANA memiliki tim internal yang terdiri atas Red Team dan Blue Team. Mereka memantau sistem keamanan aplikasi tiap hari sesuai dengan konsep yang diusung perusahaan: trusted (tepercaya), friendly (mudah dan nyaman dipakai), dan accessible (dapat diakses oleh siapa saja).
Sebagai perusahaan rintisan teknologi finansial (fintech), kata Norman, pengujian keamanan (penetration test/pen-test) umum dilakukan oleh pelaku industri digital demi menjamin keamanan pengguna layanan.
"Sebagai sistem pembayaran di bawah Bank Indonesia, setiap kali akan merilis platform atau fitur baru, kami melakukan berbagai macam tes sekuriti: pen-test. Dan, itu mesti di-report ke autoritas. Begitu kami mendapat stempel bahwa semuanya baik-baik saja dan aman, maka kami dapat merilisnya," ujar Norman saat ditemui Cyberthreat.id di Jakarta, Rabu (11 Maret 2020).
"Anda dapat dipercaya jika produk Anda aman. DANA sendiri memiliki Program DANA Protection yang 100 persen menjamin keamanan transaksi pengguna,” dia menambahkan.
Untuk benar-benar meyakinkan pasar, Norman menuturkan, DANA lebih fokus pada pengalaman pengguna (user experience) dan terus melakukan berbagai uji keamanan, serta melaporkan kepada regulator sebelum merilis fitur apa pun.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) DANA, Vincent Iswara mengatakan, penjahat kini semakin pintar seiring perkembangan teknologi di Tanah Air. Menyikapi kondisi itu, DANA telah mengembangkan sistem yang disebut Smart Machine Learning Security & Risk Management. Sistem ini beroperasi dengan mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) yang terus mengenali pola-pola penipuan dalam transaksi. Ia mengklaim sistem ini telah banyak mencegah dan mengurangi pola penipuan pada platformnya.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: