IND | ENG
AV-Test: Google Play Protect Terburuk Deteksi Malware

Google Play Protect | Foto: androidcentral.com

AV-Test: Google Play Protect Terburuk Deteksi Malware
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 10 Maret 2020 - 14:01 WIB

Cyberthreat.id – Google Play Protect menunjukkan performa buruk selama tes laboratorium yang dilakukan peneliti AV-Test, perusahaan independen asal Jerman yang mengevaluasi perangkat lunak antivirus.

Google Play Protect selama ini dikenal sebagai fitur keamanan di Android yang diklaim mampu mendeteksi malware , virus, atau aplikasi jahat lainnya yang bersembunyi di Play Store. Alat ini berjalan secara otomatis di sistem Android untuk memindai setiap aplikasi yang ada di Play Store.

Ternyata, selama pengujian laboratorium, AV-Test justru menempatkan Google Protect di posisi paling bawah di antara perangkat lunak antivirus lainnya.

AV-Test menyarankan agar pengguna Android tidak hanya mengandalkan Google Play Protect. “Google Play Protect hanya mengidentifikasi sekitar sepertiga dari 6.700 sampel malware selama pengujian,” tulis AV-Test di situs webnya yang diakses Selasa (10 Maret 2020).

“Artinya, lebih dari 4.000 malware lolos dari deteksi Google Protect,” AV-Test menambahkan.


Berita Terkait:


Google Protect juga hanya mendeteksi 37 persen dari 3.300 sampel malware baru (berusia 2-24 jam terakhir) untuk tahap pengujian waktu nyata (real-time), dan hanya 33,1 persen dalam uji 3.300 sampel malware yang telah beredar selama empat pekan.

Selain itu, Google Protect memiliki masalah dalam menandai aplikasi. Sedikitnya 30 aplikasi tidak berbahaya justru ditandai sebagai ancaman.

AV-Test mengatakan, uji coba aplikasi tersebut baru sebatas evaluasi pada aplikasi keamanan Android untuk konsumen. Sementara, aplikasi keamanan untuk pengguna korporat baru dilakukan Maret-April 2020.

Bisa dicek di gambar berikut ini:



AV-Test mengatakan, di tiga kategori pengujian, peneliti mengevaluasi aplikasi dan memberikan penilaian maksimal enam poin.

Dalam tes tersebut, hasil terbaik dengan nilai 18 poin (seluruh kategori) dicapai oleh aplikasi keamanan Avira, Bitdefender, G Data, Kaspersky, NortonLifeLock, SK Telecom, dan Trend Micro.

“Di tempat terakhir, Google Play Protect hanya mendapat total enam poin. Ini terlalu sedikit untuk sertifikat AV-Test,” ujar AV-Test.

Ini bukan pertama kalinya aplikasi keamanan bawaan Android gagal dalam uji AV-Test. Pada 2017, Google Play Protect juga berada di posisi bawah jauh dari aplikasi keamanan lain dalam uji proteksi keamanan seluler.

Selama ini, tulis Bleeping Computer, Google mengklaim telah memindai sekitar 100 miliar aplikasi yang mengandung malware setiap hari. Jumlah tersebut naik 50 miliar dibandingkan pada 2018.

Tahun lalu, Google bersama ESET, Lookout, dan Zimperium membuat proyek “App Defense Alliance” untuk meningkatkan deteksi aplikasi berbahaya di Android. App Defense Alliance ternyata tidak lebih cepat memindai adanya malware yang menyusup ke aplikasi Google meski perusahaan berupaya menghentikannya, tulis Bleeping Computer.[]

#av-test   #antivirus   #googleplayprotect   #malware   #trojan   #google

Share:




BACA JUGA
Awas, Serangan Phishing Baru Kirimkan Keylogger yang Disamarkan sebagai Bank Payment Notice
Malware Manfaatkan Plugin WordPress Popup Builder untuk Menginfeksi 3.900+ Situs
CHAVECLOAK, Trojan Perbankan Terbaru
Paket PyPI Tidak Aktif Disusupi untuk Menyebarkan Malware Nova Sentinel
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan