IND | ENG
Survei IBM: Ancaman Ransomware Meningkat, Literasi Kurang

Ilustrasi

Survei IBM: Ancaman Ransomware Meningkat, Literasi Kurang
Tenri Gobel Diposting : Senin, 02 Maret 2020 - 10:26 WIB

Cyberthreat.id - Sebuah survei online yang dilakukan 16 Januari hingga 3 Februari 2020 menunjukkan bahwa sedikit sekali karyawan swasta maupun aparatur sipil negara (civil servant) di Amerika Serikat (AS) yang benar-benar siap untuk penanganan serangan siber seperti Ransomware.

Survei terbaru IBM bersama perusahaan riset pasar Poll Poll bertajuk "Public Sector and Security Research" menyatakan 73 persen karyawan swasta maupun staf pemerintah di AS sangat khawatir terhadap serangan Ransomware. Hanya 38 persen karyawan yang siap jika terjadi sebuah serangan cyber.

Tahun 2019 terjadi lonjakan serangan Ransomware terhadap lembaga pemerintah AS yang mempengaruhi lebih dari 100 pemerintah federal, negara bagian, dan kota. Bahkan 1 dari 6 responden mengungkapkan departemen mereka terkena dampak ransomware yang telah menyerang lebih dari 1000 lembaga/organisasi di AS sepanjang tahun lalu.  

"Epidemi ransomware yang muncul di kota-kota di AS menyoroti perlunya persiapan lebih dalam menghadapi serangan siber. Sama halnya dengan ketika mereka bersiap menghadapi bencana alam," kata Wendi Whitmore, VP Threat Intelligence IBM Security, dilansir CISO Mag, Jumat (28 Februari 2020). 

Angka terkait cybersecurity awareness di kalangan karyawan di AS memang terdapat peningkatan setelah terjadinya banyak serangan siber sepanjang 2019, tetapi peneliti IBM Security mengatakan belum melihat adanya perubahan besar dalam kesiapsiagaan dari organisasi/perusahaan.

Studi yang dilakukan terhadap 690 pekerja di badan/lembaga negara bagian dan lokal di AS tersebut menyoroti fakta 52 persen profesional keamanan merasa anggaran mereka untuk menangani serangan siber tetap sama selama bertahun-tahun. Tidak ada peningkatan anggaran di tengah ancaman yang terus bertambah.

Sebanyak 66 persen dari responden yang disurvei merasa perusahaan atau jajaran direksi perusahaan siap atau setidaknya agak siap untuk menghadapi ancaman siber untuk layanan dan bisnis perusahaan. Beberapa juga merasa yakin punya kemampuan sendiri, tanpa kolaborasi, untuk mendeteksi dan mencegah serangan yaitu sekitar 74 persen. 

Temuan survei ransomware yang mempengaruhi distrik sekolah di New Jersey, Louisiana, dan negara bagian lainnya tahun lalu mengakibatkan hilangnya informasi pribadi, termasuk nilai dan kualifikasi siswa, pekerjaan guru dan informasi pembayaran gaji, catatan keluarga dan hingga catatan medis.

Sekolah umum dan lembaga pendidikan pemerintah menjadi sasaran terbesar penjahat cyber pada tahun 2019 di AS. Sayangnya studi terbaru IBM dan Poll Poll menyatakan fakta bahwa staf di bidang pendidikan mendapat pelatihan cybersecurity yang paling minim dibandingkan profesional negara bagian dan lokal lainnya.

"Hampir 44 persen karyawan dari sektor pendidikan publik mengatakan mereka belum menerima pelatihan cybersecurity dasar, sementara 70 persen mengatakan mereka belum menerima pelatihan yang memadai khususnya tentang bagaimana menanggapi serangan cyber."

Seribu lebih Ransomware yang menyerang lembaga dan organisasi di AS sepanjang 2019 memang telah membuat kemajuan signifikan, tetapi menurut para ahli kemajuan itu masih kurang jika melihat ancaman ke depan dengan perkembangan teknologi cyber yang begitu cepat.

"70 persen karyawan perusahaan/organisasi mengatakan mereka telah menganggap serius serangan cyber ke depan," tulis TechRepublic 

Ekspektasi lain yang juga muncul dari survei adalah banyak responden yang menyatakan pemerintah federal AS agar memainkan peran yang lebih besar dalam memerangi serangan siber. Sebanyak 78 persen responden percaya pemerintah harus memberikan bantuan kepada masyarakat untuk menanggapi serangan siber dan 76 persen merasa serangan siber bersifat darurat seperti bantuan saat bencana alam. []

Redaktur: Arif Rahman

#Ransomware   #IBM   #pollpoll   #survei   #literasidigital   #serangansiber   #Malware   #keamananinformasi

Share:




BACA JUGA
Awas, Serangan Phishing Baru Kirimkan Keylogger yang Disamarkan sebagai Bank Payment Notice
Malware Manfaatkan Plugin WordPress Popup Builder untuk Menginfeksi 3.900+ Situs
CHAVECLOAK, Trojan Perbankan Terbaru
Phobos Ransomware Agresif Targetkan Infrastruktur Kritis AS
Paket PyPI Tidak Aktif Disusupi untuk Menyebarkan Malware Nova Sentinel