IND | ENG
Cegah Penularan Virus Corona, Rusia Pakai Pengenal Wajah

Ilustrasi teknologi pengenalan wajah

Cegah Penularan Virus Corona, Rusia Pakai Pengenal Wajah
Yuswardi A. Suud Diposting : Senin, 24 Februari 2020 - 11:58 WIB

Cyberthreat.id - Sejak 20 Februari 2020 lalu, Pemerintah Rusia telah memberlakukan larangan sementara bagi warga China memasuki wilayahnya untuk mencegah penyebaran virus corona. Sementara bagi warga Rusia yang pulang dari China, meskipun belum terindentifikasi membawa virus, diwajibkan tidak keluar rumah atau hotel selama 14 hari dan dipantau menggunakan teknologi pengenalan wajah (facial recognition).

Dikutip dari Reuters, Walikota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan ada 2.500 orang yang baru pulang dari China dan diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari. Untuk memastikan mereka tidak keluar rumah atau apartemen, kata Sergei, pihaknya menggunakan teknologi pengenalan wajah di titik-titik tertentu untuk memantau jika sewaktu-waktu ada yang nekat keluar dari tempat tinggalnya selama masa karantina.

"Kepatuhan terus dipantau, termasuk dengan bantuan sistem pengenal wajah dan langkah teknis lainnya," kata dia di situs resmi.

Lewat teknologi pengenalan wajah, kata Sobyanin, petugas keamanan bisa mendeteksi seorang perempuan yang kembali dari Cina dan keluar dari rumahnya untuk bertemu teman. Atau, petugas juga bisa melacak melacak sopir taksi yang mengantarkannya pulang setiba di bandara.

Sobyanin mengatakan bulan lalu bahwa kota itu mulai menggunakan pengenalan wajah sebagai bagian dari program pengawasan keamanan kota.

Rusia memperketat aturan karantina setelah seorang wanita di St. Petersburg kabur dari rumah sakit. Rusia tercatat memiliki dua kasus corona, yaitu dua warga Cina, namun sudah pulih dan keluar dari rumah sakit.[]

#corona   #rusia   #china   #facialrecognition   #pengenalanwajah

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Mengungkap Taktik Kerajaan Ransomware Matveev
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware