
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Serangan siber juga dilakukan penjahat melalui kiriman pesan pendek (SMS). Biasanya, mereka mengirimkan sebuah tautan (URL) untuk diklik; bisa menyamar sebagai tautan bank atau institusi yang tampaknya sah dan meyakinkan.
Kampanye serangan itu dikenal dengan istilah “SMiShing” (SMS phishing). Seperti diketahui, bahwa phishing adalah sebuah jebakan atau pancingan dari penjahat kepada korban yang telah ditargetkan. Korban akan dibujuk rayu dengan teknik social hacking (rekayasa sosial) sehingga dengan tanpa sadar telah mengisi log-in atau informasi kredensial pribadi.
Baru-baru ini, peneliti IBM X-Force mendapati gerombolan penjahat malware Emotet juga memanfaatkan SMiShing untuk menebar teror. Mereka mengirimkan tautan yang seolah-lah dari sebuah bank ternama. Namun, tautan tadi mengarahkan korban ke situs web yang telah terinfeksi malware Emotet.
Malware Emotet ditakuti karena sifatnya yang bisa membawa malware lain, termasuk ransomware Ryuk, Trojan, TrickBot, atau jenis lainnya.
Berita Terkait:
Beberapa waktu lalu, pemerintah Korea Selatan juga menemukan adanya SMiShing yang memanfaatkan ketenaran virus corona. Pesan SMS itu disebarkan dengan berpura-pura menjadi perusahaan yang mengalami keterlambatan pengiriman akibat virus corona. Tujuannya, menipu orang-orang dan mencuri informasi pribadi mereka.
Untuk menjada diri dari SMiShing, beberapa hal di bawah ini bisa Anda lakukan, seperti yang disarankan oleh Kaspersky dan Network World, diakses pada Jumat (21 Februari 2020):
Redaktur: Andi Nugroho
Share: