
Ilustrasi Google
Ilustrasi Google
Jakarta, Cyberthreat.id - Google tentu tidak asing lagi bagi pengguna internet. Bermula dari mesin pencari, Google kian mencengkram kukunya lewat berbagai layanan lain yang kebayakan gratisan. Sebut saja seperti aplikasi penunjuk jalan Google Maps, peramban untuk mengakses internet Google Chrome, layanan berbagi video Youtube, tempat penyimpanan file dan data Google Drive, bisnis iklan Google Ads, dan lain-lain.
Sayangnya, tak banyak yang sadar, dari berbagai layanan gratis itu Google mengumpulkan harta karun baru: data pengguna dari seluruh dunia. Hasil olahan data itu lalu dipakai untuk berbagai keperluan. Salah satunya mengirim iklan ke perangkat Anda sesuai dengan jejak digital Anda.
Misal: jika Anda pernah membeli iPhone di sebuah situs e-commerce, Anda akan dicatat sebagai orang yang kemungkinan besar akan membeli iPhone terbaru. Maka, ke depannya, alih-alih mengirim iklan Samsung ke Anda, Google Ads akan mengirim iklan iPhone terbaru saat Anda mengakses situs apapun yang bekerjasama dengan Google Ads.
Begitu juga jejak perjalanan Anda. Google Maps akan mencatat ke restoran apa saja Anda pernah singgah, atau di hotel mana Anda menginap. Sementara lewat Youtube, Google merekam lagu apa saja yang sering anda putar, atau film apa yang anda cari mesin pencari Google lewat peramban Google Chrome.
Salah besar jika menganggap Anda tidak dilacak oleh Google karena tidak menggunakan Google Maps. Faktanya, selama ada akun produk apapun dari Google yang terhubung ke perangkat Anda, selama itu Google mencatat jejak Anda.
Lewat perekaman data itu, Google mendulung untung. Selain dari pemasang iklan, Google juga mendapat laba dari jejak aktivitas Anda di internet. Awal bulan ini, perusahaan induk Google, Alhabet, mengumumkan pendapatan iklan 2019 dari Youtube saja, mencapai US$ 15,15 miliar atau setara Rp200 triliun. Sedangkan di bisnis penyimpanan data, Google meraup pendapatan US$ 8,92 miliar atau setara Rp120 triliun.
Apa yang dilakukan Google itu dikenal sebagai profiling, yaitu proses mengidentifikasi prilaku atau kebiasaan pengguna layanannya di dunia maya.
Bagaimana Google bisa melacak itu semua? Lewat file kode yang disebut cookies. Cookies ini digunakan untuk menyimpan banyak data, termasuk kumpulan informasi yang berisi rekam jejak dan aktivitas seseorang ketika menelusuri suatu situs web.
Advisor Indonesia Digital Economy Empowerment Community, Mochamad James Falahuddin mengatakan pengguna layanan digital wajib mengetahui bahwa setiap layanan yang gratis, baik itu aplikasi, website, ataupun platform, semuanya pasti menggunakan cookies.
Laporan dari Associated Press (AP) yang diakses Cyberthreat.id, Jumat (14 Februari 2020), menyebutkan menon-aktifkan lokasi atau GPS, menghapus riwayat lokasi ataupun sekedar mengatur privasi di pengaturan akun Google pengguna, masih tetap memungkinkan Google untuk melacak para penggunanya.
Dalam persoalan pelacakan ini seharusnya, kata James, pengguna internet sebagai pemilik data harusnya memegang kontrol penuh terhadap data yang dihasilkan oleh aktivitas kita di internet. Untuk itu, jika ingin mengambil keuntungan dari data itu, Google harusnya mendapatkan izin dari pemilik data.
Namun, yang terjadi,Google telah mengaktifkan pelacakan sejak dari settingan pabrik alias by default. Dengan begitu, jika si pengguna ponsel tidak menyadari dan tidak mematikannya, maka Google akan merekam jejak aktivitas Anda di internet.
Nah, jika tidak rela jejaknya dikuntit Google, Anda sebaiknya menonaktifkan fitur "Aktivitas Web & Aplikasi, Histori Lokasi dan Histori YouTube" pada pengaturan di perangkat Android atau iPhone Anda secara manual.
Berikut langkah-langkahnya;
(A) Perangkat iPhone
1. Pada perangkat iPhone dan Android, salah satu cara agar Anda dapat mengubah pengaturan tersebut adalah dengan membuka peramban Google Chrome. Kemudian, di pojok kanan atas terdapat logo berbentuk bulat, klik logo tersebut.
2. Anda akan menemukan bagian "Kelola Akun Google Anda atau Manage Your Google Account."
3. Setelah di klik, tap bagian Data & Personalisasi.
4. Gulir ke bawah dan pada bagian Kontrol Aktivitas, Anda akan mendapati "Aktivitas Web & Aplikasi, Histori Lokasi dan Histori YouTube disimpan oleh Google" secara default.
5. Untuk dapat menghentikannya klik opsi kelola kontrol aktivitas Anda.
6. Meskipun dijelaskan bahwa data yang disimpan di akun Anda membantu memberikan pengalaman yang lebih dipersonalisasi di semua layanan Google, tetap tidak menutup kemungkinan terjanya penyalahgunaan data.
7. Sebab itu, non-aktifkan fitur-fitur tersebut sesuai dengan yang kita inginkan untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan data kita oleh Google ataupun pihak ketiga, dimana data kita dijual oleh Google.
8. Fitur Aktivitas Web & Aplikasi adalah fitur dari Google untuk menyimpan aktivitas yang Anda lakukan saat menggunakan situs dan apikasi Google, termasuk informasi terkait aktivitas itu misalnya, lokasi.
9. Fitur Histori Lokasi merupakan fitur Google untuk menyimpan tempat yang Anda kunjungi dengan membawa perangkat Anda, meski tidak sedang menggunakan layanan Google tertentu.
10. Fitur Histori YouTube ialah fitur Google yang menyimpan video YouTube yang Anda tonton dan konten yang Anda telusuri di YouTube.
11. Ketiganya memang memiliki fungsi untuk memudahkan para penggunanya, tetapi Anda diharapkan untuk selalu waspada terhadap privasi Anda sendiri dan juga meminimalisir terjadinya penyalahgunaan data tersebut. Non-aktifkan fitur tersebut dengan menggeser slider biru ke posisi off atau mati.
12. Ketika, Anda menggeser slider biru pada salah satu fitur tersebut ke posisi off atau mati, Anda akan mendapatkan peringatan bahwa menjeda fitur tersebut dapat membatasi atau menonaktifkan pengalaman yang lebih dipersonalisasi pada layanan Google.
13. Klik JEDA untuk menonaktifkan fitur yang diinginkan.
(B) Perangkat Android
Pada perangkat Android langkah-langkahnya hampir sesuai dengan perangkat iPhone. Perbedaannya terletak pada saat pengguna ingin membuka pengaturan akun Google-nya.
Untuk pengguna Android, salah satu caranya adalah buka Pengaturan > Gulir ke bawah dan cari Google > Setelah di klik, tap Kelola Akun Google Anda. Selebihnya, lakukan langkah-langkah seperti pada perangkat iPhone diatas.[]
Editor: Yuswardi A.Suud
Share: