
Salah satu produk Google Nest
Salah satu produk Google Nest
Cyberthreat.id - Google Nest, salah satu layanan Google untuk perangkat rumah pintar, segera mewajibkan penggunanya untuk memakai otentikasi dua faktor (2FA) saat mengakses perangkatnya.
Dilansir dari ZDnet, ketentuan itu akan berlaku bagi semua pengguna Nest yang belum menggunakan otentifikasi dua faktor, pengamanan berlapis untuk mengamankan akun atau perangkat dari upaya peretasan.
Para pengguna Google Nest akan diminta untuk "mengambil langkah ekstra dengan memverifikasi identits mereka melalui email."
"Ketika login baru ke akun Anda dimulai, Anda akan menerima email dari account@nest.com dengan kode verifikasi enam digit," tulis Google dalam posting blog.
"Kode itu akan digunakan untuk memastikan Anda mencoba login. Tanpanya, Anda tidak akan dapat mengakses akun. Ini akan sangat mengurangi kemungkinan orang yang tidak berwenang mendapatkan akses ke akun Nest Anda."
Pada bulan Desember, Google meluncurkan pemberitahuan masuk ke akun Nest, yang mengirim email kepada pengguna ketika seseorang login ke akun mereka.
Selain itu, raksasa internet itu mengatakan mereka juga telah meluncurkan perlindungan tambahan, termasuk memeriksa apakah kata sandi yang digunakan berasal dari peretasan data yang terungkap di luar Google.
Disebutkan, Google juga akan mereset akun jika mendeteksi adanya aktivitas yang mencurigakan.
"Kami menggunakan pembaruan otomatis, jangan izinkan kata sandi tersimpan secara default di perangkat atau mudah ditebak, dan boot yang diverifikasi yang mencegah perangkat Anda menjalankan kode berbahaya," tambah Google.
Selain itu, Google menawarkan "praktik terbaik" bagi mereka yang menggunakan perangkat Google Nest, termasuk bermigrasi ke akun Google.
"Selain fitur keamanan, integrasi Nest dan produk Google akan disederhanakan dan bekerja sama untuk menciptakan pengalaman yang sempurna," kata Google.
Google juga menyarakan membuat akun keluarga untuk menghindari login tunggal; menggunakan kata sandi unik dan sering mengubahnya untuk setiap akun; mengadopsi pengelola kata sandi; memeriksa apakah alamat email yang digunakan individu pernah mengalami peretasan; dan menghindari mengklik email yang tampak mencurigakan dan memastikan untuk tidak pernah memberikan informasi pribadi.
Seperti diketahui, Nest resmi bergabung dengan Google sejak 2014. Salah satu terobosan kerjasama kedua perusahaan ini adalah menciptakan produk untuk rumah pintar. Pada 2019 lalu, Google Nest diperkenalkan digelaran Google I/O.
Tujuan utama ide ini adalah menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman dan aman, bahkan saat pemilik sedang tidak di rumah. Pemilik rumah tetap dapat mengendalikan perangkatnya dari jarak jauh. Sebab, seluruh perangkat terhubung menggunakan akun Google.
Perangkat Google Nest bekerja dengan memanfaatkan sensor audio. Beberapa perangkat antara lain, smart speakers, smart displays, hingga Wi-Fi dan Chromecast.[]
Share: