
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Ketua Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS), Dr. Lukas, mengatakan Indonesia masih dalam tahap pengenalan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang akan terus berkembang dalam beberapa dekade ke depan.
AI, kata dia, memanfaatkan sistem belajar dengan menggunakan beberapa tools mulai dari data mining, pattern recognition, dan natural language processing (NLP) yang bekerja mirip dengan cara kerja otak manusia normal.
"Sampai saat ini AI masih akan berkembang dan akan akan menuju ke Super AI berbeda di masa depan," kata Lukas di Jakarta, Selasa (11 Februari 2020).
AI dapat dipahami sebagai sebuah program kecerdasan buatan yang diciptakan manusia untuk membantu memudahkan pekerjaan dan kehidupan manusia. AI akan bekerja dengan menggunakan data-data yang diberikan oleh manusia itu sendiri. Semakin banyak data, maka AI akan semakin baik dan berkembang.
Lukas menyatakan AI saat ini dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama dimulai dari Artificial Narrow Intelligence (ANI); kedua, Artificial General Intelligence (AGI); dan ketiga Artificial Super Intelligence (ASI).
ANI merupakan semacam teknologi kecerdasan buatan yang dibatasi dalam ruang lingkup yang terbatas dan hanya pada satu bidang fungsional. Bisa dikatakan bahwa saat ini AI yang baru tersedia dan satu-satunya adalah ANI.
ANI merupakan salah satu jenis AI yang banyak digunakan dan berinteraksi dengan manusia. Seperti Asisten Google, Google Terjemahan, Siri, Cortana, atau Alexa. Implementasi itu merupakan kecerdasan mesin yang menggunakan Natural Language Processing (NLP).
NLP digunakan di chatbots dan aplikasi serupa lainnya. Dengan memahami ucapan dan teks dalam bahasa alami, mereka diprogram untuk berinteraksi dengan manusia dengan cara yang dipersonalisasi dan alami.
Sistem ANI, saat ini juga digunakan dalam kedokteran untuk mendiagnosis kanker dan penyakit lain dengan akurasi tinggi dengan mereplikasi kognisi dan penalaran mirip manusia.
Tahap kedua AGI mencakup lebih dari satu bidang seperti kemampuan penalaran, pemecahan masalah, dan pemikiran abstrak. AGI merupakan bidang yang baru muncul.
Salah satu penerapan AGI adalah robot Pillo yang menjawab pertanyaan terkait dengan kesehatan. Robot Pillo dilengkapi teknologi pengenal wajah dan suara, sehingga ia bisa melihat, mendengar dan mengerti maksud dari penggunanya.
Tahap terakhir ASI adalah sebuah tahapan yang jauh lebih advanced dan canggih. Pada tahap ini AI diyakini mampu melebihi kecerdasan manusia di semua bidang. Jenis ASI dicapai ketika AI lebih cerdas daripada manusia. Contohnya adalah Alpha 2 yang merupakan robot ASI humanoid pertama.
AI jenis Alpha 2 mampu tampil luar biasa baik pada hal-hal seperti seni, pengambilan keputusan, dan hubungan emosional. Hal tersebut adalah bagian dari apa yang membedakan mesin dari manusia. Dengan kata lain, hal-hal yang terdapat di Alpha 2 sudah diyakini benar-benar manusiawi.
Meski demikian, masih banyak perdebatan terkait ASI. Banyak yang berpendapat ASI belum tentu mampu menguasai seni, hubungan emosional, atau pengambilan keputusan yang baik.
"Untuk menuju ke tahap terakhir yaitu ASI kita membutuhkan waktu yang cukup lama. Saat ini kita masih berada di tahap ANI, untuk ke ASI kita butuh waktu kurang lebih 60 tahun." []
Redaktur: Arif Rahman
Share: