IND | ENG
Survei: Situs Web Porno Terbanyak Dilanda DDoS Attack

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Survei: Situs Web Porno Terbanyak Dilanda DDoS Attack
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 09 Februari 2020 - 11:45 WIB

Cyberthreat.id – Sebuah survei menunjukkan, situs-situs web pornografi terbanyak menerima serangan Distributed Denial of Service (DDoS Attack) sepanjang 2019.

Serangan DDoS adalah upaya penyerang siber untuk membuat server atau sumber daya jaringan tidak melayani pengguna. Cara mereka adalah membebani lalu lintas kunjungan palsu dalam jumlah yang begitu besar.

Survei yang dilakukan oleh Imperva Research Labs, perusahaan keamanan siber asal California AS, tersebut dituangkan dalam laporan bertajuk “Global DDoS Threat Landscape”.

Penelitian sendiri dilakukan selama delapan bulan yaitu antara Mei hingga Desember 2029 dan menganalisis sekitar 3.643 serangan (network layer) dan 42.390 serangan (application layer)

“Temuan mereka menyebutkan, situs web porno menerima rata-rata 84,46 serangan per situs atau setara dengan 10,5 serangan per situs setiap bulan,” kata peneliti seperti dikutip dari Infosecurity Magazine, Kamis (6 Februari 2020).




Dalam survei tersebut juga disebutkan, di posisi kedua dan ketiga yang menerima serangan DDoS tertinggi adalah situs web industri game dan situs web berita; masing-masing menerima serangan rata-rata 13,33 dan 10,16 per situs.

Sementara, laporan tersebut juga mencatata, negara yang paling banyak mengalami serangan DDoS adalah India,” kata peneliti.


Berita Terkait:


Peneliti menemukan, mayoritas besaran serangan tidak melebihi 50 Mpps/Gbps (gigabita per detik). Sebagian besar serangan jaringan juga singkat dengan 51 persen  dari situs yang disurvei berlangsung kurang dari 15 menit.

"Sebagian besar serangan yang kami rekam relatif pendek, berlangsung kurang dari satu jam. Selanjutnya, dalam distribusi satu jam, serangan yang paling umum adalah serangan yang hanya bertahan selama 10 menit atau kurang,” kata peneliti.

"Bahwa sebagian besar serangan rendah dalam hal volume dan tingkat, ini menunjukkan bahwa serangan jangka pendek dan lemah ini kemungkinan besar dilakukan oleh kelompok DDoS-for-hire (atau stresser­) yang sumber dayanya terbatas cenderung menyebar tipis untuk melayani pelanggan sebanyak mungkin,” peneliti menambahkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, menurut Imperva, memang muncul layanan DDoS-for-hire. Penyedia fasilitas ini menawarkan kepada pengguna sebuah pilihan untuk secara anonim menyerang target dengan harga paket bervarias.[]

#ddos   #ddosattack   #serangansiber   #ancamansiber   #impervaresearchlabs   #situsporno

Share:




BACA JUGA
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Serangan DDoS pada Industri environmental services  Melonjak pada 2023, Termasuk Indonesia
Serangan siber di Rumah Sakit Ganggu Pencatatan Rekam Medis dan Layanan UGD
7 Kegunaan AI Generatif untuk Meningkatkan Keamanan Siber
Para Ahli Mengungkap Metode Pasif untuk Mengekstrak Kunci RSA Pribadi dari Koneksi SSH