IND | ENG
Enkripsi Facebook Ditentang Organisasi Perlindungan Anak

Ilustrasi

Enkripsi Facebook Ditentang Organisasi Perlindungan Anak
Tenri Gobel Diposting : Jumat, 07 Februari 2020 - 13:38 WIB

Cyberthreat.id - Organisasi perlindungan anak menilai keputusan Facebook untuk mengenkripsi pesan dengan kuat akan memberikan tempat bagi pelanggar dan penjahat untuk bersembunyi. Facebook, disebut sedang 'bergerak menuju kemajuan' dengan berencana untuk mengimplementasikan tindakan (enkripsi) itu di fitur perpesanan miliknya yaitu Facebook Messenger dan Instagram Direct. 

Akan tetapi, lebih dari 100 organisasi yang dipimpin oleh National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) menandatangani surat terbuka yang memperingatkan rencana Facebook itu akan melemahkan upaya untuk menangkap pelaku kekerasan dan kejahatan anak.

Mereka mengatakan Facebook gagal untuk mengatasi kekhawatiran tentang keselamatan anak. End-to-end encryption atau enkripsi ujung-ke-ujung yang sudah digunakan di WhatsApp milik Facebook dimana tidak seseorang pun (termasuk perusahaan pemilik platform) dapat melihat konten pesan yang dikirim. 

NSPCC kemudian mendesak agar perusahaan menghentikan peluncuran rencana tersebut sampai "perlindungan memadai" sudah tersedia.

"Anak-anak tidak boleh dirugikan karena keputusan komersial atau pilihan desain," tulis laporan NSPCC baru-baru ini.

NSPCC khawatir bahwa enkripsi tersebut memungkinkan predator anak beroperasi tanpa terdeteksi di jejaring sosial. 

Pejabat pemerintah dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia telah meminta Zuckerberg, bos Facebook, untuk menghentikan sementara enkripsi, dengan alasan bahwa itu melindungi predator anak yang bersembunyi di balik protokol keamanan. Menurut Departemen Kehakiman AS, Facebook membuat 16,8 juta laporan tentang eksploitasi seksual dan pelecehan anak ke National Center for Missing & Exploited Children (NCMEC) pada tahun 2018.

NCMEC memperkirakan, jika Facebook mengimplementasikan enkripsi ujung ke ujung, itu bisa berarti 70% dari laporan vital ini hilang.

Kepala Polisi Simon Bailey, Ketua Dewan Kepolisian Nasional juga ikut memimpin perlindungan anak, mengatakan bahwa enkripsi ujung-ke-ujung akan membuat penangkapan para penjahat semakin sulit.

“Jika Facebook melanjutkan rencana mereka saat ini, mereka secara sadar akan membahayakan keselamatan anak-anak, mengabaikan peringatan polisi, badan amal, dan pakar di seluruh dunia.” katanya.

Sementara itu, rencana Facebook ini muncul karena perusahaan menghadapi pengawasan untuk serangkaian skandal privasi. Tahun 2018 konsultan politik Inggris Cambridge Analytica memanen data hingga 87 juta pengguna Facebook tanpa persetujuan mereka. Namun, Beberapa kriptografer juga khawatir bahwa enkripsi WhatsApp bisa menjadi kurang aman. []

Redaktur: Arif Rahman

#Enkripsi   #Facebook   #instagram   #WhatsApp   #predatoranak   #privasi   #CambridgeAnalytica   #perlindungananak

Share:




BACA JUGA
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Lindungi Percakapan Sensitif, WhatsApp Luncurkan Fitur Secret Code
Fitur Baru WhatsApp: Protect IP Address in Calls
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook
Spyware CanesSpy Ditemukan dalam Versi WhatsApp Modifikasi