
Barang-barang menumpuk di gudang logistik dan tidak bisa dikirim akibat serangan cyber
Barang-barang menumpuk di gudang logistik dan tidak bisa dikirim akibat serangan cyber
Cyberthreat.id - Toll, perusahaan logistik Australia, mengalami insiden serangan siber pada Jumat (31 Januari 2020) pekan lalu. Insiden ini mengakibatkan penutupan (shut down) terhadap sejumlah sistem yang berhubungan dengan pelanggan. Toll menyebut penutupan itu sebagai bagian dari tindakan pencegahan dan upaya untuk menyelesaikan masalah.
“Sebagai tindakan pencegahan, Toll telah membuat keputusan untuk mematikan sejumlah sistem sebagai tanggapan terhadap insiden keamanan siber," demikian kutipan dari keterangan resmi Toll yang diumumkan Senin (3 Februari 2020).
"Beberapa aplikasi yang biasanya dipakai pelanggan Toll terkena dampaknya. Prioritas utama kami adalah melanjutkan layanan kepada pelanggan sesegera mungkin."
Insiden ini salah satunya berdampak kepada website milik Toll yaitu MyToll. Website digunakan pelanggan untuk melacak pengiriman dan koleksi paket. Kini, website Toll sudah offline dengan menampilkan pesan peringatan keamanan siber.
ZDNet melaporkan beberapa pelanggan melaporkan insiden tersebut telah “terjadi selama berhari-hari” sementara staf dan karyawan Toll mengatakan pengiriman pelanggan ditangguhkan tanpa batas waktu.
"Saat ini kami terus membuat kemajuan dalam memulihkan aplikasi dan layanan dalam menghadapi pelanggan selama beberapa hari mendatang. Kami juga akan memberikan saran lebih lanjut tentang jangka waktu yang diharapkan,” tulis Toll dalam tweet keduanya.
Manajemen Toll mengatakan prioritas pertama perusahaan adalah memulihkan aplikasi yang melayani pelanggan kembali online secepatnya. Kerugian finansial dan nama baik Toll rusak akibat insiden serangan ini.
"Fokus utama kami adalah membawa sistem kami kembali online secara terkendali dan aman."
"Kami akan terus memberikan pembaruan rutin. Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan."
Toll Group merupakan bagian dari Japan Post yang mengoperasikan jaringan logistik global di 1.200 lokasi di lebih dari 50 negara. Toll menyediakan berbagai solusi transportasi dan logistik yang mencakup jalan darat, udara, laut, dan kereta api.
Business Insider dalam sebuah laporan menyatakan bahwa operasional Toll di Australia, India, dan Filipina terkena dampak dari insiden tersebut. Sejauh ini Toll grup belum memberikan kepastian kapan sistem IT Toll Grup akan kembali berjalan online dan normal secara keseluruhan.
Redaktur: Arif Rahman
Share: