
Ilustrasi: Cyber Competition yang diselenggarakan Humas Mabes Polri pada pertengahan 2019 | Foto: Rahmat Herlambang/cyberthreat.id
Ilustrasi: Cyber Competition yang diselenggarakan Humas Mabes Polri pada pertengahan 2019 | Foto: Rahmat Herlambang/cyberthreat.id
Cyberthreat.id - Selama beberapa dekade terakhir, lembaga penegak hukum mempekerjakan agen rahasia untuk menyelesaikan kasus-kasus berat yang ditangani. Kini, konsep serupa berlaku di dunia keamanan informasi dan cybersecurity. Banyak orang belum memahami profesi ethical hacker, sebut saja profesional bersertifikasi. Mereka menggunakan metodologi hacking untuk mengidentifikasi kerentanan keamanan lalu memperbaikinya.
Permintaan terhadap keamanan informasi dan ethical hacker membeludak seiring meningkatnya ancaman cyber. Komisi Eropa memperkenalkan konsep ethical hacker sebagai orang-orang yang meretas sistem informasi dengan cara yang etis dan legal. Mereka bekerja dengan tujuan melindungi organisasi/perusahaan dari penjahat seperti black hat. Teknologi yang berkembang membawa ancaman konstan pelanggaran cyber ke organisasi.
Itu sebabnya diperlukan ethical hacker!
Jika Anda berpendapat bahwa bisnis Anda aman dan Anda tidak memerlukan ethical hacker, lima hal dibawah ini akan membuktikan anda salah besar dilansir EC-Council Blog:
1. Setiap organisasi/perusahaan akan selalu dibayangi serangan cyber.
Sektor-sektor seperti bank, layanan kesehatan, lembaga pemerintah, dan lain-lain, sangat rentan terhadap serangan cyber. Perhatikan fakta berikut ini:
- 77% dari serangan email pada perusahaan kesehatan menggunakan tautan berbahaya.
- Ancaman terbesar terhadap layanan kesehatan adalah trojan perbankan.
- Menurut IBM-Force Threat Intelligence Index, sektor keuangan adalah industri yang paling banyak diserang selama tiga tahun terakhir.
- Laporan Investigasi Pelanggaran Data Verizon menyatakan, dari 2.013 pelanggaran pada 2019, 10% berasal dari industri jasa keuangan.
Untuk mengurangi risiko diserang, seorang hacker etis dapat memandu standar keamanan. Mereka membantu meningkatkan sistem keamanan dalam organisasi.
2. Ethical hacker ofensif terhadap serangan cyber.
Seorang hacker etis mengganggu server, aplikasi web, sistem, perangkat akhir, dll., Untuk memberikan lapisan pertahanan terhadap serangan cyber. Adanya ethical hacker di jaringan Anda, memungkinkan pemantauan terus-menerus terhadap aktivitas jahat. Mereka juga menjaga pembaruan anti-virus dan anti-malware, menginstal firewall, menemukan kerentanan, dan tugas-tugas lain yang memiliki arti penting keamanan.
Sederhananya, ethical hacker menemukan kerentanan sebelum hacker jahat melakukannya. Mereka membantu organisasi dalam memperkuat pertahanan sebelum kompromi data.
3. Transisi ke teknologi cloud butuh keamanan ekstra.
Saat ini, semua bisnis telah beralih ke teknologi cloud. Transisi ke virtualisasi telah meningkatkan tingkat ancaman. Artinya, kondisi ini menuntut layanan ethical hacker. Cloud juga menyebabkan meningkatnya kesadaran akan keamanan.
Setiap bisnis menghadapi tantangan besar karena teknologi canggih dan persyaratan keamanan yang kompleks. Taktik defensif berkembang setiap hari, dan hanya profesi ethical hacker yang dapat membantu mengatasi tantangan ini.
4. Ethical Hacker bekerja mengurangi risiko.
Ethical hacker mengurangi risiko pelanggaran dan juga mengurangi tanggung jawab risiko yang mungkin timbul dari pelanggaran. Saat merekrut seorang profesional bersertifikat, organisasi mengkonfirmasi komitmen mereka terhadap keamanan. Memiliki Certified Ethical Hacker on-board akan membangun kepercayaan antara Anda dan klien Anda.
5. Mengurangi kerugian jika terjadi kebocoran data.
Perhatikan dua hal ini:
- Seorang Erhical Hacker dapat menemukan kerentanan lebih cepat untuk mencegah serangan yang sedang berlangsung.
- Seorang hacker etis dapat membantu Anda dengan ikatan kesetiaan karyawan atau menyarankan asuransi yang dapat mengganti kerugian organisasi Anda sebagai akibat dari aktivitas mereka.
Dengan menggunakan Ethical hacker bersertifikat, Anda bakal yakin bahwa organisasi tersebut mempraktikkan teknik dan metodologi terbaru. Hacker bersertifikat mengetahui teknik peretas jahat. Jahat atau buruk para hacker, keduanya menggunakan metode yang sama untuk mencapai dan mempertahankan kerentanan sebelum dieksploitasi. Gagasan untuk merekrut ethical hacker sempat dianggap absurd. Kini, semua telah berubah.
Terus perbarui ilmu dan pengetahuan anda soal Ethical Hacker ini!
Share: