
Ilustrasi
Ilustrasi
Jakarta, Cyberthreat.id - Chief Technology Officer (CTO) DANA, Norman Sasono mengatakan, platform digital DANA membangun fitur-fitur berdasarkan prinsip Trusted, Friendly dan Accessible (TFA). Trusted atau terpercaya artinya DANA dilengkapi teknologi yang canggih serta tingkat keamanan yang tinggi guna menjaga kepercayaan pengguna/konsumen dalam keamanan bertransaksi di platform DANA.
"Kami bangun sistem keamanan yang menurut kita solid, sehingga tidak mungkin bisa dibikin lumpuh oleh para penyerang. Karena, kami percaya diri dengan kami punya fraud and risk engine," katanya Norman di Jakarta, Selasa (28 Januari 2020).
Menurut dia, secara garis besar ancaman siber itu terbagi dua. Diantaranya adalah hacker yang menyerang sistem, peretasan dengan maksud mencuri data, kemudian hacker yang mencari keuntungan finansial dengan bermacam teknik, seperti social engineering.
"Pertama mungkin ada penyerang yang mencoba menyerang sistem kita agar tidak bisa beroperasi. Untuk itu, kita buat security defense (pertahanan keamanan) yang banyak dan solid, untuk mencegah serangan seperti itu."
Berkaitan dengan kebocoran data, salah satu penyebabnya adalah paparan informasi sensitif yang tidak diinginkan. Misalnya, tindakan para peretas yang mengincar data para pengguna, seperti layanan on-demand video (VoD) streaming Disney Plus dimana ribuan akun pelanggannya diretas oleh hacker.
"Data pengguna dan data transaksi itu bisa saja terjadi kebocoran. Untuk itu kita melakukan enkripsi di database dan berbagai mekanisme penyaluran data lainnya untuk memastikan kebocoran data tidak terjadi," ujarnya.
Insiden penipuan pada layanan dompet digital seperti yang dialami selebriti Maia Estianty dan penyiar RRI Prameswara telah menjadi sangat populer di masyarakat, tetapi itu menimbulkan ketidakpercayaan saat bertransaksi. Itu sebabnya DANA terus mengembangkan Smart Machine Learning Security & Risk Management yang memainkan peran penting guna mendeteksi suatu transaksi.
"Sistem itu memainkan peran yang sangat krusial. Salah satu jenis serangan yang dapat terjadi kan mungkin pencurian kartu (kredit atau debit) atau pengambilalihan akun yang digunakan untuk bertransaksi oleh oknum di DANA, nah itu juga kita deteksi dengan sistem fraud dan risk engine."
Dengan adanya sejumlah antisipasi keamanan yang dilakukan oleh DANA, Norman berani menjamin 100 persen dana kembali. Bahkan jika terjadi penipuan yang mengakibatkan kehilangan dalam jumlah besar di akun penggunanya.
"Kita percaya bahwa risk engine kita cukup solid, maka dari itu kita berani meluncurkan yang namanya DANA 'Protection'. Jadi kalau pengguna konfirmasi bahwa transaksi telah terjadi, tetapi menurut dia itu fraud, kita akan jamin 100 persen dana kembali."
DANA 'Protection' merupakan jaminan proteksi 100% untuk kenyamanan serta keamanan penggunaan dompet digital DANA yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna/konsumen.
Redaktur: Arif Rahman
Share: