
Ilustrasi: Microsoft mengumumkan hari terakhir bagi penggunaan Windows 7
Ilustrasi: Microsoft mengumumkan hari terakhir bagi penggunaan Windows 7
Cyberthreat.id - Microsoft telah mengumumkan tidak lagi mendukung pembaruan untuk Windows 7 terhitung sejak 15 Januari 2020 lalu. Update terakhir dilakukan pada 14 Januari. Namun,pada 27 Januari, Microsoft terpaksa memperbaharui Windows 7 lantaran ada masalah pada pembaruan 14 Januari versi KB4534310.
Dilansir dari The Verge, Senin (27 Januari 2020), masalah terjadi pada wallpaper. Pada beberapa pengguna, pembaruan yang seharusnya menjadi pembaruan final bagi Windows 7 tersebut ternyata malah menimbulkan masalah untuk Windows 7. Masalah tersebut terjadi pada setelan wallpaper. Saat wallpaper disetel menjadi 'strech' layar komputer pengguna tidak menampilkan apapun, hanya berupa layar hitam.
"Setelah menginstal KB4534310, wallpaper desktop anda akan menjadi hitam saat pengaturannya dipasang ke Stretch," tulis Microsoft di situs resminya. Di sana juga tertera update terakhir Windows 7 dilakukan kemarin, 27 Januari 2020.
The Verge menyebut penambalan terbaru itu adalah seharusnya memalukan bagi Microsoft. Sebab, bug ini muncul setelah mereka seharusnya tak lagi memberikan pembaruan untuk sistem operasi Windows 7 yang telah berusia lebih dari 10 tahun. Terlebih lagi sebelumnya mereka meminta pengguna untuk membayar agar terus mendapat dukungan di OS tersebut.
Seharusnya, tambahan dukungan ini hanya tersedia untuk perusahaan atau organisasi yang sudah membeli Windows 7 Extended Security Updates ESU), yang harganya dipatok US$ 25 atau US$ 50 per komputer.
Sebelumnya, Pemerintah Jerman harus membayar 800 ribu Euro atau setara Rp12 miliar ke Microsoft lantaran belum mengganti sistem operasi dari Windows 7 ke Windows 10 yang berjalan di 33 ribu komputer PC milik pemerintah setempat. Pemerintah Jerman tak punya pilihan lain. Sebab, Jika tidak membayar, komputer mereka rentan diserang peretas.[]
Share: