IND | ENG
Teknis Verifikasi Biometrik, BRTI Akan Gunakan Ponsel Cerdas

Komisioner BRTI bidang hukum I Ketut Prihadi Kresna Murti | Foto: Cyberthreat.id/Faisal Hafis

Teknis Verifikasi Biometrik, BRTI Akan Gunakan Ponsel Cerdas
Tenri Gobel Diposting : Kamis, 23 Januari 2020 - 15:30 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) berencana menerapkan teknologi biometrik dalam proses registrasi dan penggantian kartu seluler.

Langkah tersebut, menurut BRTI, sebagai perlindungan bagi pelanggan kartu seluler agar tidak menjadi korban penipuan penggantian kartu seluler (SIM swapping).

Komisioner BRTI bidang hukum I Ketut Prihadi Kresna Murti ketika dihubungi Cyberthreat.id di Jakarta, Kamis (23 Januari 2020), mengatakan, teknis penggantian kartu seluler ke depan menggunakan ponsel cerdas (smartphone).

"Penggunaan biometrik ini memerlukan smartphone untuk bisa mengirimkan data pelanggan ke pusat data kependudukan yang ada di Ditjen Dukcapil [Kementerian Dalam Negeri], lalu [data pelanggan akan] dicocokkan," ujar I Ketut.

Menurut Ketut, teknologi biometrik tersebut akan menggantikan sistem registrasi kartu yang saat ini hanya menggunakan NIK dan nomor kartu keluarga (KK).

"Teknologi biometrik ini akan menggunakan teknik pengenalan wajah (facial recognition), teknik pengenalan sidik jari (finger print recognition) atau teknologi lain, seperti pemindaian mata (iris recognition)," ujar Ketut.


Berita Terkait:


Sementara itu, ia mengatakan, BRTI masih belum punya solusi bagi pengguna yang tidak memiliki ponsel cerdas atau smartphone. "Hal ini yang masih perlu didiskusikan bersama dengan para operator," kata dia.

Pada bulan lalu, BRTI sudah mendiskusikan teknologi biometrik tersebut dengan para operator telekomunikasi (seluler). Pertemuan lanjutan akan diadakan lagi pada 28 Januari 2020 sekaligus merespons kejadian penipuan SIM swapping yang dialami korban Ilham Bintang, wartawan juga pengusaha media.

Ketut menyatakan penerapan teknologi ini akan memakan waktu yang lama sehingga perlu diskusi panjang agar semua operator seluler bisa siap menerapkannya.

“Jalan untuk menuju ke penerapannya masih panjang, perlu persiapan yang matang," kata Ketut.


Berita Terkait:


Sekadar diketahui, pekan lalu, melalui unggahan di akun Facebook-nya, Ilham Bintang bercerita bahwa dirinya menjadi korban SIM swapping. Ia juga menunjukkan foto pelaku yang berhasil ditangkap dalam rekaman kamera pengawas (CCTV).

Menurut Ilham, ada seorang lelaki datang ke Gerai Indosat di Bintaro Jaya Xchange, Tangerang Selatan, Banten pada Jumat (3 Januari 2020) pukul 21.02 WIB. Mengaku-ngaku sebagai dirinya, kata Ilham, pelaku sukses mengelabui petugas layanan konsumen (costumer service) Indosat dan mengambil alih nomor telepon 0816806656.

Saat kejadian tersebut, dirinya sedang berada di Australia. Ketika di Bandara Sydney, Australia, sebuah pesan muncul di layar ponselnya. Bunyinya "SOS." Saat itu, Ilham yang hendak menuju Melbourne merasa ada yang janggal. Sebab, sebelumnya ia sudah membeli paket roaming untuk digunakan di Australia. Namun, saat itu, Ilham belum menyadari nomor teleponnya telah berpindah tangan.

Ilham baru sadar ada yang tak beres ketika mengecek rekening banknya di Commanwealth.

"Rekening saya di Commanwealth dibobol, sampai untuk menukar uang bilangan kecil saja pun tidak bisa lagi. Di Kartu Kredit BNI saya ada transaksi yang tidak saya lakukan kurun 4,5,dan 6 Januari," tulis pria kelahiran Makassar 64 tahun lalu itu. Karena kasus tersebut, Ilham telah melaporkannya kepada polisi.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#ilhambintang   #indosat   #simswap   #hacker   #pembajakan   #kartukredit   #pembobolanrekeningbank   #ombudsmanri   #brti   #bssn   #simswapping

Share:




BACA JUGA
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
BSSN dan Bank Riau Kepri Syariah Teken Kerja Sama Perlindungan ITE
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan