IND | ENG
Brasil Tuduh Jurnalis Glenn Greenwald Terlibat Peretasan

Glenn Greenwald | Foto: theintercept.com

Brasil Tuduh Jurnalis Glenn Greenwald Terlibat Peretasan
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 22 Januari 2020 - 10:05 WIB

Cyberthreat.id – Wartawan dan salah satu pendiri The Intercept, media daring investigasi, Glenn Greenwald dituduh melanggar undang-undang keamanan siber Brasil.

Menurut jaksa penuntut umum Brasil, Greenwald melakukan kejahatan dunia maya terkait peretasan ponsel para pejabat senior pemerintahan Brasil pada 2019.

Selain Greenwald, ada enam orang lainnya yang disangkakan turut serta dalam peretasan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan resmi, jaksa mengatakan, Greenwald turut serta dan mendorong peretasan terhadap tokoh-tokoh senior pemerintahan melalui layanan pesan Telegram terkait dengan “Operation Car Wash”, sebuah operasi investigasi korupsi yang dijalankan oleh Polisi Federal Brasil.

Operasi investigasi tersebut berhasil menyeret mantan Presiden Brasil, Luis Inácio Lula da Silva yang akhirnya divonis 12 tahun penjara. Investigasi tersebut dipimpin oleh mantan hakim Sergio Moro yang kemudian ditunjuk sebagai menteri kehakiman di era pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro, petahana saat ini.

Namun, pesan-pesan internal dalam operasi itu bocor ke publik sehingga menimbulkan keraguan atas independensi Sergio Moro dan memicu prasangka bahwa investigasi terhadap Lula tersebut bias politik.

The Intercept secara eksklusif menampilkan laporan terkait dengan pesan-pesan Telegram yang bocor itu dan mempertanyakan etika dan metode yang digunakan oleh Satuan Tugas Antikorupsi Brasil.

Laporan media itu memicu kontroversi ketika Polisi Federal Brasil pada Desember 2019, mengatakan, bahwa mereka tidak dapat menemukan bukti kesalahan dalam modus operandi wartawan.

Namun, pandangan berbeda datang ketika jaksa berpendapat Greenwald adalah bagian dari "organisasi kriminal" dan "membantu, mendorong, dan membimbing" para peretas yang memperoleh riwayat obrolan Telegram para pejabat senior yang ikut dalam investigasi itu.

Jaksa mengklaim bahwa aktivitas dukungan peretasan Greenwald didasarkan pada analisis komputer yang ditemukan di rumah salah satu peretas. Di sebuah MacBook, menurut pernyataan jaksa, ada bukti rekaman audio percakapan antara Greenwald dan salah satu peretas tentang pesan yang dicegat.

Menurut jaksa, Greenwald mengatakan kepada peretas untuk menghapus pesan curian yang telah diteruskan kepadanya, untuk menutupi jejak dan mengurangi kemungkinan pertanggungjawaban pidana.

Pada Juli 2019, empat peretas ditangkap sehubungan dengan peretasan Telegram. Menurut dokumen pengadilan, kelompok itu menggunakan trik peretasan yang relatif tidak dikenal untuk mengikat akun Telegram korban ke telepon mereka.

Sangkaan terbaru terhadap Greenwald disambut kritikan dari pendukung Bolsonaro juga dukungan dari pendukung pers bebas. Asosiasi Jurnalisme Investigatif Brasil menyatakan bahwa "tuduhan terhadap Greenwald didasarkan pada interpretasi terdistorsi dari percakapan wartawan dengan sumbernya saat itu dan memiliki tujuan tunggal untuk mempermalukan profesional yang sangat serius."

Greenwald memposting reaksi terhadap tuduhan di Twitter dan mengatakan, sangkaan itu sebagai "serangan terhadap demokrasi Brasil" dan "upaya nyata untuk menyerang pers bebas sebagai pembalasan atas laporan medianya”.

The Intercept sendiri masih akan melanjutkan pekerjaan pelaporannya terlepas dari tudingan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Greenwald, yang memenangkan Hadiah Pulitzer atas laporannya mengenai aksi spionase Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat yang dibongkar oleh Edward Snowden, mengatakan dia sangat berhati-hati dalam berurusan dengan sumber-sumbernya dan melakukan pekerjaan sebagai jurnalis yang "bertindak secara etis dan sesuai dengan hukum."

"Kami tidak akan terintimidasi dari upaya tirani ini untuk membungkam wartawan," kata dia seraya menambahkan bahwa ia akan terus menulis cerita berdasarkan materi yang dihambat tersebut, seperti dikutip dari ZDNet, Selasa (21 Januari 2020).[]

#gleengreenwald   #theintercept   #brasil   #edwardsnowden   #nsa   #luladasilva   #jairbolsonaro   #telegram   #peretasan   #serangansiber

Share:




BACA JUGA
Kanal Youtube Diretas karena Konten Kritis? Begini Kata Akbar Faizal
Serangan siber di Rumah Sakit Ganggu Pencatatan Rekam Medis dan Layanan UGD
Produsen KitKat Hershey Ingatkan Dampak Pelanggaran Data
Gunakan Bot Telekopye Telegram, Penjahat Siber Membuat Phishing Scams Skala Besar
BSSN dan Huawei Berikan Literasi Keamanan Siber Bagi Peserta Diklat Kemenlu