IND | ENG
BRTI Akui Masih Ada Celah dalam Registrasi Prabayar

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) I Ketut Prihadi Kresna Mukti | Foto : Twitter

Kasus SIM Swap
BRTI Akui Masih Ada Celah dalam Registrasi Prabayar
Eman Sulaeman Diposting : Senin, 20 Januari 2020 - 18:00 WIB

Jakarta,Cyberthreat.id-Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) I Ketut Prihadi Kresna Mukti  mengakui, saat ini masih ada celah dalam hal registrasi pra bayar. Hal itu berkaitan dengan kasus SIM Swap yang dialami oleh Ilham Bintang.

Menurut Ketut, memang, registrasi pelanggan jasa telekomunikasi yang saat ini diberlakukan menggunakan dua identitas pelanggan, yaitu NIK dan No. KK, dan pelanggan dapat melakukan self registration via SMS ke 4444.  

“Mekanisme ini msih terdapat celah, yaitu sulit untuk memastikan bahwa "saya adalah saya", artinya, saya adalah orang yang berhak untuk menggunakan identitas kependudukan tertentu,” tutur Ketut.

Untuk itu ke depannya, BRTI mengusulkan,  proses registrasi kartu perdana harus datang sendiri ke gerai operator dengan membawa identitas asli, atau melalui self registration yang menggunakan teknologi biometrik yang dapat berupa, face recognition, finger print  dan  iris recognition.  

“Langkah BRTI ke depan ya seperti yang saya jelaskan tadi, akan ada mekanisme registrasi yang dapat lebih menjamin "saya adalah saya",  kemudian untuk proses penggantian SIM card pun harus jelas SOP-nya yang diimplementasikan dengan baik. Lalu untuk nomor handphone yang melekat dengan layanan jasa keuangan, kami akan selalu berkoordinasi dengan OJK,” tegas Ketut.

 

#simswap   #brti   #operatortelekomunikasi   #ilhambintang   #simcard   #hacker   #serangansiber   #indosatooredoo

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Google Cloud Mengatasi Kelemahan Eskalasi Hak Istimewa yang Berdampak pada Layanan Kubernetes
Serangan siber di Rumah Sakit Ganggu Pencatatan Rekam Medis dan Layanan UGD