IND | ENG
Duh, Sebanyak 52 Hacker Berhasil Bobol Sistem Tentara AS

Ilustrasi | Foto: Freepik

Duh, Sebanyak 52 Hacker Berhasil Bobol Sistem Tentara AS
Eman Sulaeman Diposting : Minggu, 19 Januari 2020 - 15:00 WIB

Cyberthreat.id- Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Divisi Layanan Digital Perthananan melaporkan, tahun lalu, selama Oktober dan November, sebanyak 52 peretas berhasil meretas sistem IT tentara AS.

"Itu hanya memperkuat sistem keamanan kami karena peretas yang meretas sistem kami melakukannya berdasarkan prinsip etika, sebagai peserta acara Retas Angkatan Darat kedua yang berlangsung sejak tahun 2016," kata Alex Romero,  juru bicara Departemen Pertahanan AS Layanan Digital Pertahanan, seperti dikutip dari E Hacking News, Minggu, (19 Januari 2020).

Menurut Alex, di dunia siber, tindakan untuk mengundang para peretas dalam hal menguji ketananan sistem adalah hal yang wajar. Hal itu untuk mengetahui sejauh mana ketahanan sebuah sistem terhadap serangan siber.

Namun, tindakan tersebut dinilai kontroversial. Karena baru-baru ini, pemerintah AS memperingatkan pengguna untuk memperbarui Virtual Private Network (VPN) tertentu. Selain itu, bandara New York dan kota New Orleans juga mengalami serangan siber.

Alex juga menerangkan tentara AS memiliki tentara siber yang diberi nama Hack Army 2.0. Hack Army 2.0 adalah tugas bersama antara Angkatan Darat A.S, yang menyediakan program hadiah bug yang disebut HackerOne, dan Layanan Digital Pertahanan.

Apa itu HackerOne?

HackerOne adalah platform di mana berbagai eksploitasi atau kerentanan dapat diuji oleh peretas. Platform ini telah memungkinkan beberapa peretas terbaiknya memenangkan jutaan dolar. Anehnya, satu peretas bahkan dapat meretas program itu sendiri. Ini mencerminkan kaliber dan potensi peretas, yang mendaftar di HackeOne.

Oleh karena itu, seluruh alasan untuk menyelenggarakan Hack Army 2.0 adalah untuk mengetahui ancaman atau kerentanan yang mungkin mempengaruhi keamanan tentara AS.

“Ini penting karena menjamin tentara AS dari peretas dan ancaman nasional tidak etis lainnya, misalnya, Iran,” jelas Alex.

Melalui program HackerOne, Alex  mengungkapkan bahwa jumlah total 60 aset tentara AS yang terbuka berada di bawah ancaman peretasan yang potensial.

Tentara AS kemudian memberi hadiah kepada para peretas sejumlah US$ 274.000 untuk upaya mereka.

"Bantuan peretas dapat membantu bagi Angkatan Darat untuk meningkatkan sistem pertahanannya melebihi daftar perjanjian mendasar untuk mencapai keamanan maksimum," tegas Alex.

 

 

 

#tentaraAS   #sistemIT   #hacker   #peretas   #kemanansiber   #hackarmy20   #hackerone   #bugbounty   #angakatandaratAS

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Penjahat Siber Persenjatai Alat SSH-Snake Sumber Terbuka untuk Serangan Jaringan
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Kanal Youtube Diretas karena Konten Kritis? Begini Kata Akbar Faizal
Google Cloud Mengatasi Kelemahan Eskalasi Hak Istimewa yang Berdampak pada Layanan Kubernetes