
Petugas bagian cosutemer service Gerai Indosat Bintaro Jaya Xchange, Bintaro, Tangerang Selatan. | Foto: Cyberthreat.id/Tenri Gobel
Petugas bagian cosutemer service Gerai Indosat Bintaro Jaya Xchange, Bintaro, Tangerang Selatan. | Foto: Cyberthreat.id/Tenri Gobel
Jakarta, Cyberthreat.id – Wartawan senior juga pengusaha media Ilham Bintang menjadi korban penipuan kejahatan pertukaran kartu seluler (SIM Swapping).
Seseorang mengaku dirinya Ilham Bintang mendatangi Gerai Indosat Bintaro Jaya Xchange, Bintaro, Tangerang Selatan pada Jumat (3 Januari 2020) pukul 21.02 WIB.
Dari tangkapan kamera CCTV, pelaku adalah seorang laki-laki setengah baya berbaju biru dan memakai kaca mata. Ilham sendiri memiliki nomor Indosat generasi awal yang dipakai sejak tahun 1994: 0816806656.
Ilham pun sempat mengontak petinggi Indosat dan mendapat surat resmi dari Shavira, VP Custumer Care Indosat. Isinya, menerangkan bahwa telah terjadi penggantian kartu selulernya di Gerai Indosat Bintaro Jaya Xchange.
"Dalam percakapan telepon, dia menyebutkan ada yang datang ke gerainya mengaku Ilham Bintang. Namun, tidak dijelaskan seperti apa mekanisme verifikasi dan validasi penggantian SIM card di Indosat,” tulis Ilham di akun Facebook-nya.
Berita Terkait:
Foto: Akun Facebook Ilham Bintang
Kesalahan CS
Saat hari kejadian, pelaku dilayani oleh petugas costumer service bernama Dea. Sejak kejadian itu Indosat telah memecat yang bersangkutan.
Menurut Anggi, rekan Dea juga sesama petugas CS Gerai Indosat Bintaro Jaya Xchange, ada dua langkah prosedur operasional standar (SOP) yang dilupakan oleh Dea ketika ada pelanggan Indosat yang ingin menukarkan kartu tersebut.
Padahal, dua langkah itu sangat penting, yaitu memfotokopi KTP elektronik (KTP-el) dan memotret wajah pelanggan yang mengajukan pergantian kartu.
Saat ditemui Cyberthreat.id di Gerai Indosat Bintaro Jaya Xchange, Jumat (17 Januari) malam, Anggi mengatakan, selain dua langkah tadi, petugas CS sesuai standar akan menanyakan beberapa hal untuk verifikasi data sebelum menyerahkan kartu seluler baru, antara lain:
“Dari yang saya cek di CCTV, verifikasi dia (Dea) menjalankan semuanya. Tapi, salahnya dia enggak sempat foto orangnya sama KTP (pelanggan). Fatalnya itu!” kata Anggi.
“Padahal itu penting karena, misalnya, ada indikasi penipuan (fraud) itu menyangkut bank,” Anggi menambahkan.
Kalau ada foto KTP, Anggi menuturkan, “Kami tidak akan ada masalah. Kalau, misalnya, ada KTP dipalsukan, orangnya kan sudah difoto. Jadi, kami bisa laporkan hasil foto tersebut ke polisi,” kata Anggi.
KTP-el palsu
Kartu seluler yang boleh diganti, kata Anggi, bisa karena faktor kerusakan atau hilang. Pelanggan Indosat yang ingin menukarkan kartu bisa langsung datang ke gerai dengan menunjukkan KTP-el asli.
Jika tak bisa datang ke gerai, pelanggan bisa menggunakan perwakilan. Syaratnya, membawa KTP-el asli milik pengguna kartu seluler, KTP-el milik orang yang mewakili, serta surat kuasa yang dibubuhi tanda tangan diatas materai 6.000.
Lalu, bagaimana tentang kejadian pada kartu seluler Ilham Bintang?
Anggi mengatakan bahwa pelaku membawa KTP-el yang menyerupai KTP-el asli milik Ilham Bintang. Hanya, foto yang digunakan si penipu pada KTP-el adalah foto dirinya sendiri, bukan foto Ilham Bintang.
Menurut Anggi, si penipu itu mengaku mengganti kartu selulernya dengan alasan kartunya hilang.
Oleh karena itu, menurut Anggi, Dea sama sekali tidak mencurigai si penipu. “Karena ia sebatas menyamakan NIK yang ada di KTP-el yang dibawa penipu dengan data yang ada di komputer CS,” tutur Anggi.
Menurut Anggi, kemungkinan besar penipu tersebut telah mengetahui banyak profil Ilham Bintang, “Karena seluruh verifikasi berjalan dengan lancar. Jadi, penipu ini sama sekali tidak terindikasi oleh CS kalau sedang menjalankan aksi penipuannya,” kata Anggi.
Sejak Jumat kemarin, Cyberthreat.id telah berusaha mengontak Indosat untuk meminta konfirmasi tentang kasus penipuan ini. Almansyah Auriyanto, Public Relation Indosat, yang dihubungi Cyberthreat.id mengatakan, meminta waktu untuk menjawabnya. Namun, hingga berita ini ditulis belum ada jawaban dari yang bersangkutan.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Update:
Indosat Akui Ada Kesalahan di Kasus Ilham Bintang
Riwayat Nama Ibu Kandung Jadi Sandi Keamanan
Share: