
Ilustrasi | Foto: royalnavy.mod.uk
Ilustrasi | Foto: royalnavy.mod.uk
Cyberthreat.id – Kementerian Pertahanan Inggris kini tengah memulai proyek mendesain kapal perang revolusioner yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Defense and Security Accelerator (DASA), lembaga bagian dari Kemhan Inggris, mengatakan dalam pengumuman resminya, Selasa (14 Januari 2020), untuk tahap awal pemerintah menggelontorkan dana sebesar £ 4 juta atau sekitar Rp 76 miliar dalam proyek tersebut.
"Pendanaan ini bertujuan untuk merevolusi cara kapal perang membuat keputusan juga memproses ribuan informasi intelijen dan data dengan menggunakan AI,” ujar DASA seperti diberitakan Infosecurity Magazine, Rabu (15 Januari).
Proyek bernama Kapal Cerdas DASA tersebut berupaya menciptakan gabungan kerja sama antara manusia-AI dan AI-AI di berbagai platform pertahanan, seperti kapal perang, pesawat terbang, dan kendaraan darat.
Pengembangan kapal cerdas itu untuk mencari solusi berbasis teknologi menghadapi tahun 2040. Kemhan Inggris memprediksi bahwa ke depan cara dan bagaimana kapal beroperasi bakal berubah.
DASA, atas nama Laboratorium Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertahanan (Dstl), sedang meneliti bagaimana platform pertahanan masa depan dapat dirancang dan dioptimalkan. Terutama, memanfaatkan kemajuan yang ada saat ini dan masa depan dalam otomatisasi, otonomi, pembelajaran mesin, dan kecerdasan buatan.
Menurut pimpinan teknis Dstl, Julia Tagg, proyek ini akan dibagi beberapa tahap. Tahap awal akan diberikan sebanyak £ 1 juta (sekitar Rp 17 miliar) untuk mengembangkan teknologi dan solusi inovatif yang mampu mengatasi meningkatnya kelebihan informasi yang dihadapi oleh kru Royal Navy.
Menurut Tagg, para kru Royal Navy saat ini sudah menghadapi kelebihan informasi dengan ribuan sumber data, intelijen, dan informasi.
Dengan memanfaatkan otomatisasi, otonomi, pembelajaran mesin, dan kecerdasan buatan dengan keterampilan dan pengalaman kehidupan nyata, “Kita dapat merevolusi cara masa depan armada disatukan dan beroperasi untuk menjaga Inggris tetap aman," kata Tagg.
Meskipun disebut sebagai Kapal Cerdas (Intelligent Ship), menurut Menteri Pertahanan, James Heappey, kapal perang ini hanyalah demo prototipe untuk proyek ini. Namun, solusi teknologi efektif yang lahir dari proyek tersebut dapat diluncurkan ke Angkatan Darat Inggris dan juga Angkatan Udara Kerajaan.
"Ancaman global berkembang membutuhkan pendekatan baru dan pemikiran baru untuk cara kami mengembangkan ide dan teknologi kami. Dana tersebut akan meneliti proyek-proyek perintis tentang bagaimana AI dan otomasi dapat mendukung angkatan bersenjata kami dalam hari-hari penting mereka - hari kerja,"kata Heappey.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: