
Tampilan situs Pengadilan Agama Sleman
Tampilan situs Pengadilan Agama Sleman
Cyberthreat.id - Hacker juga manusia. Punya hati, punya rasa. Lantas, apa jadinya jika hacker patah hati? Tentu ada banyak kemungkinan jawabannya. Tetapi mungkin salah satunya adalah dengan membobol sebuah website, lalu meninggalkan pesan tentang hati yang patah di dalamnya.
Barangkali itulah yang terjadi dengan seorang hacker yang membobol situs Pengadilan Agama Sleman, Yogyakarta, baru-baru ini. Pada Minggu (12 Januari 2020) lalu, halaman depan website Pengadilan Agama Sleman yang beralamat di http://pa-slemankab.go.id, tiba-tiba berubah. Situs yang biasanya berisi aktifitas pengadilan tersebut, tiba-tiba berisi curahan hati seseorang yang sedang patah hati.
Di sana, sang hacker yang mengaku 'XGXS' meninggalkan pesan yang bisa menguras air mata jika dibaca dengan mata batin. Tapi kami belum dapat memastikan apakah itu benar-benar kisah nyata yang dialami sang hacker, atau bisa saja cerita iseng yang dikarang sendiri. Ssst...siapa tahu dia sedang memancing simpati agar tak dihukum berat jika nanti tertangkap polisi siber.
Penasaran seperti apa isi curhatnya? Berikut adalah salinan lengkap pesan yang ditulis dalam bahasa Jawa itu.
AKU VS WONG TUAMU
Hacked by XGXS
Senadyan tresno aku mung iso meneng, penting koe seneng opo wae tak lakoni. Uwes Kadung gejeron deleh ati kleru panggon. Urip ilang semangat, seng tak treno jebul waton. Raiso mbeddakke ndi seng modus ndi seng tulus. Wes entek sak kabehe bul atiku ra diurus.
Aku ora getun, yen due ati seng ringkih. Nanging aku iso nandur roso tanpo pamrih. Opo koe sadar? Atiku keliwat jembar radadi jodomu, aku mung iso sabar. Ambyar."
Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, terjemahan bebasnya kira-kira begini:
“Meski cinta, aku hanya bisa diam, yang penting kamu bahagia, apa aja bakal aku lakukan. Udah terlalu dalam tapi ternyata aku salah meletakkan hatiku. Hidupku hilang semangat, yang kucintai ternyata kelakuannya kayak gitu. Nggak bisa bedain mana yang tulus, mana yang modus. Udah habis semua ternyata hatiku nggak terurus.
Aku nggak pernah menyesal punya hati yang rapuh. Tapi aku mampu melakukan segala sesuatunya tanpa pamrih. Apa kamu sadar? Hatiku terlalu lebar, nggak bisa jadi jodohmu aku hanya bisa sabar. Ambyar”
Setelah sempat nangkring di sana selama 17 jam, pihak Pengadilan Agama Sleman bersama mitra rekanan berhasil memulihkan situs tersebut. Pesan patah hati dari yang mengaku punya hati yang lebar itu pun dihapus. Situsnya kembali normal.
Admin IT PA Sleman Priyo Purnomo mengatakan ini adalah peretasan kedua yang menimpa situs pengadilan itu.
"Pernah, dulu satu kali, beda hacker, karena tampilan depannya berbeda, adminnya atau hackernya by juga beda," kata Priyo seperti dikutip laman detik.com.
Priyo bilang, hacker itu belum sampai membobol data yang ada di PA Sleman. Namun, menurut Priyo, tindakan sang peretas yang mengubah tampilan depan laman web merupakan aksi kejahatan siber.
"Tapi untuk sementara Priyo mengatakan pihaknya belum berpikir untuk melaporkannya ke polisi.
Mmm...turut bersimpati atas pesan patah hati yang ditinggalkan hacker ya, Pak?[]
Share: