IND | ENG
APJII: 56 Persen WargaNet Belum Pernah Belanja Daring

Presentasi survei APJII tahun 2018 di sela perayaan HUT APJII yang ke-23 di Jakarta, Rabu (15/05/2019) | Foto: Rahmat Herlambang

APJII: 56 Persen WargaNet Belum Pernah Belanja Daring
Arif Rahman Diposting : Rabu, 15 Mei 2019 - 23:10 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Henri Kasyfi Soemartono, mengatakan potensi perekonomian digital Indonesia sangat besar jika dilihat dari kenaikan jumlah pengguna internet tahun 2018 yang mencapai 171,17 juta. 

"Kalau kita lihat dari data itu, sekitar 56 persen sebenarnya belum pernah belanja online," kata Henri usai presentasi Hasil Survei APJII Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (15/05/2019).

Jika di kalkulasi, warganet Tanah Air yang belum pernah menjadi shopper e-commerce mencapai 95,8 juta orang. Itu artinya, kata dia, pekerjaan rumah Indonesia tahun 2019 adalah bagaimana mengonversinya supaya aktif bertransaksi online.

Hasil survei juga menyatakan sebanyak 7,6 persen pengguna internet melakukan belanja online sebulan sekali. Kemudian 24 persen pengguna belum tentu melakukan transaksi dalam satu bulan sementara 3,4 persen menyatakan tidak tahu.

"Sisanya (sekitar 9 persen) merupakan pengguna yang aktif belanja online dua sampai empat kali dalam sebulan," ujarnya.

Kontribusi terbanyak shopper e-commerce berasal dari Pulau Jawa yang berdasarkan survei merupakan wilayah dengan pengguna internet terbanyak. Sebanyak 55 persen atau 94,1 juta pengguna internet di Tanah Air berada di wilayah Jawa.

Henri mengingatkan bahwa perbedaan mencolok pengguna internet di Jawa dan non-Jawa bukan persoalan. Menurut dia harus dibedakan antara kontribusi pengguna di Jawa dengan penetrasi internet di berbagai daerah. 

Ia mencontohkan Aceh yang penetrasinya tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk di wilayah provinsi tersebut. Sedangkan kontribusi hanya terkait jumlah pengguna yang setiap tahunnya terus bertumbuh.

"Data ini kami sebar kepada anggota APJII sehingga mereka semakin melihat opportunity (peluang) yaitu bagaimana besarnya potensi coverage di luar Jawa."   

#APJII   #SURVEI   #PENETRASI   #INTERNET

Share:




BACA JUGA